Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dampak Ekonomi Kapal Perintis Belum Signifikan

Novitri Selvia • Jumat, 12 Mei 2023 | 12:24 WIB
KAPAL TOL LAUT: Kapal Perintis Sabuk Nusantara saat singgah di Tuapejat, Sipora Utara, Kepulauan Mentawai beberapa waktu lalu. Kapal dengan ongkos termurah ini, dianggap belum mampu mendorong perekonomian masyarakat di Mentawai secara signifikan.(IST)
KAPAL TOL LAUT: Kapal Perintis Sabuk Nusantara saat singgah di Tuapejat, Sipora Utara, Kepulauan Mentawai beberapa waktu lalu. Kapal dengan ongkos termurah ini, dianggap belum mampu mendorong perekonomian masyarakat di Mentawai secara signifikan.(IST)
Keberadaan dua armada kapal tol laut program pemerintah pusat sangat dirasakan betul manfaatnya oleh masyarakat. Khususnya bagi masyarakat Mentawai yang menikmatinya sejak tahun 2019. Selain harga tiket yang relatif murah karena mendapat subsidi, juga fasilitas layanan di atas kapal juga lebih nyaman.

Walaupun begitu, keberadaan kapal tol laut tersebut belum banyak memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Hal ini disebabkan masyarakat belum mampu memanfaatkan rute kapal sebagai salah satu peluang berusaha bagi pedagang.

“Sebetulnya, tujuan kapal Perintis tol laut tidak lain adalah bagaimana memberikan dampak dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Kalau pelaku usaha bisa menangkap peluang usaha, mereka bisa menjadikan setiap perhentian sementara kapal di setiap dermaga sebagai peluang untuk berdagang atau jual beli,” ungkap Mebri, 38, salah seorang pemerhati ekonomi masyarakat Mentawai.

Menurunya, tujuan kapal Perintis tol laut adalah bagaimana terjadinya transaksi jual beli antara pedagang dan masyarakat. Begitu juga dengan hasil bumi milik masyarakat juga bisa terdistribusi dengan baik lewat kapal tol laut.

“Dulu, sebelum Mentawai dimekarkan, pedagang menggelar dagangannya di atas kapal ASDP sebagai tempat berjualan, dan masyarakat pun melakukan transaksi jual beli di atas kapal tersebut,” kenangnya.

Semestinya, sambung Mebri, pelaku usaha baik dari Padang maupun di Mentawai, bisa menangkap peluang tersebut. Meski tidak bisa dengan pola yang sama seperti kapal ASDP yang mempunyai tempat yang luas untuk kendaraan. Semestinya, pedagang bisa saja menggelar dagangannya di dermaga-dermaga yang disinggahi oleh kapal Perintis.

Ia pun melihat, salah potensi atau kebutuhan masyarakat di Kepulauan Mentawai yang belum terpenuhi, berupa hasil tanaman atau sayuran holtikultura. Sebab, dua armada kapal ASDP yang melayani empat kecamatan utama yang memiliki dermaga baru bisa dua kali dalam sepekan.

“Dengan sistem atau pola trayek menyisir, kapal Perintis Sabuk Nusantara bisa membuka peluang bagi pedagang. Harga tiket kapal pun paling murah dibandingkan dengan armada kapal lainnya. Pedagang dari Padang pun akhirnya juga bisa membeli langsung hasil bumi masyarakat Mentawai,” ujarnya.

Sementara, kapal ASDP sendiri, saat ini hanya punya satu trip. Yakni dari Padang-Mentawai-Padang. Berbeda dengan kapal Perintis, karena memiliki trayek menyisir, rutenya mulai dari Teluk Bayur, Pelabuhan Panasahan di Painan, lalu ke Mentawai yang selanjutnya menyisir ke seluruh dermaga besar yang di Pulau Mentawai. Di antaranya di Tuapejat, Siberut, Sikabaluan dan Sikakap.

Sekedar diketahui, saat ini ada dua armada kapal Perintis tol laut yang singgah ke Mentawai. Yakni Sabuk Nusantara 68 dan Sabuk Nusantara 37. Untuk armada kapal Perintis melayani Teluk Bayur-Painan-Mentawai-Padang. Sementara Perintis 37, melayani rute Teluk Bayur-Panasahan-Mentawai-Nias dan Sibolga. (rif)

  Editor : Novitri Selvia
#kapal ASDP #kapal perintis #kapal Perintis tol laut