PADEK.JAWAPOS.COM–Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumbar melepas tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2023 ke Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), Senin (24/7) di Dermaga Teluk Bayur. BI bekerja sama dengan TNI AL dalam hal pengamanan tim kas keliling tersebut.
“Kita melakukan pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2023 dengan melakukan kegiatan Kas Keliling 3T di Provinsi Sumbar mulai 24-29 Juli 2023,” ujar Kepala Perwakilan BI Sumbar, Endang Kurnia Saputra, Senin (24/7/2023). .
Mengunjungi 5 pulau terluar, yaitu Pagai Selatan, Pagai Utara, Sipora, Siberut (Maileppet) dan Siberut (Muara Sikalabuan).
”Kami menggunakan Kapal Perang KRI Kurau-856. Modal kerja yang dibawa sebesar Rp3 miliar beserta bantuan PSBI (Program Sosial Bank Indonesia) dengan total untuk 5 pulau sebesar Rp375 juta,” jelas Endang Kurnia Saputra.
Selain dengan TNI AL, BI juga terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah, untuk memperoleh dan menetapkan pulau-pulau yang akan dikunjungi termasuk yang terkait dengan penyaluran PSBI.
Wadanlantamal II Padang, Kolonel Marinir Arinto Beny Sarana mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawalan menuju titik-titik pulau yang dituju hingga kembali. “Operasi akan dilaksanakan selama 5 hari dan akan kembali pada tanggal 29,” tutupnya.
Sinergi strategis antara TNI AL dan BI telah dimulai sejak 2012, melalui kegiatan pelayanan kas keliling di Daerah 3T di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu penyediaan uang layak edar di pulau-pulau terluar yang sulit terjangkau transportasi umum.
Sejak tahun 2012 sampai 2022, BI & TNI AL telah melaksanakan 92 kali kegiatan Kas Keliling 3T dengan 480 Pulau 3T terkunjungi. Tahun 2023, BI dan TNI AL bersepakat memperluas jangkauan layanan kas keliling dengan program yang lebih terpadu dengan mengusung tema ”Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2023”. Dilaksanakan kegiatan kaskel 3T sebanyak 17 kali di 17 Provinsi dengan target 85 pulau yang dikunjungi.
Berdasarkan UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, BI diberikan amanat dan kewenangan oleh negara untuk melakukan pengelolaan uang rupiah, yang meliputi perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan dan penarikan serta pemusnahan uang rupiah.
Dalam pengelolaan uang rupiah termasuk di dalamnya pengedaran uang, BI mempunyai misi untuk menyediakan uang rupiah di seluruh wilayah NKRI dalam jumlah yang cukup, dengan jenis pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat serta dalam kondisi berkualitas dan layak edar.
Pelaksanaan amanat UU dan misi tersebut bukanlah tugas yang mudah, karena Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia yang tersebar di 17.499 pulau dan wilayah perbatasan yang sangat luas dengan 11 negara tetangga.
Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas perairannya yang mencakup 70% dari luas wilayah Indonesia. Kondisi tersebut terdapat tantangan utama Bank Indonesia dalam mengedarkan rupiah.
“Pertama, adalah kondisi geografis Indonesia yang memiliki ribuan pulau dengan keterbatasan infrastruktur sehingga mempengaruhi jangkauan BI dalam menyediakan uang kepada masyarakat, termasuk di antaranya untuk kepulauan di wilayah 3T. Masih banyak daerah-daerah blank spot yang belum dapat dijangkau oleh BI dan Perbankan dalam pengedaran uang rupiah. Kedua, keberagaman tingkat pendidikan masyarakat yang mempengaruhi perilaku dalam memperlakukan uang,” ucap Endang.
Selanjutnya sesuai jadwal, setiap bulan akan dilakukan kegiatan serupa di seluruh wilayah Indonesia dan akan berakhir di wilayah barat Indonesia.(y) Editor : Hendra Efison