Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

21 Sapi Mati Diduga Terserang Virus Jembrana di Mentawai, Tim Kementan Turun Tangan

Hendra Efison • Senin, 22 September 2025 | 19:33 WIB

Kementan turunkan tim BVet Bukittinggi lakukan vaksinasi dan penanganan darurat, menyusul adanya kasus 21 sapi mati di Mentawai diduga terserang Virus Jembrana.
Kementan turunkan tim BVet Bukittinggi lakukan vaksinasi dan penanganan darurat, menyusul adanya kasus 21 sapi mati di Mentawai diduga terserang Virus Jembrana.
PADEK.JAWAPOS.COM—Sebanyak 21 dari 100 ekor sapi milik peternak di Desa Sipora Jaya, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dilaporkan mati dalam sepekan terakhir. Kematian ternak itu diduga akibat serangan Virus Jembrana.

Kepala Desa Sipora Jaya, Lutfi Anto, mengungkapkan laporan tersebut ia sampaikan kepada Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman.

“Kami sudah buat pengaduan ke dinas di kabupaten, namun belum ada respons. Masyarakat makin resah, seiring terus bertambahnya jumlah sapi yang mati setiap harinya,” kata Lutfi, Senin (22/9/2025).

Menurut Lutfi, sapi yang terinfeksi menunjukkan ciri dubur membesar dan memerah, diare berdarah, serta keluarnya cairan berlebihan dari hidung dan mulut. Penyakit itu mulai menyerang sejak Senin (15/9/2025).

Mendapat laporan dari perangkat desa, Alex langsung berkoordinasi dengan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian.

Alhamdulillah, Pak Dirjen beserta jajaran, langsung bergerak menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan peternak asal Mentawai pada saya, wakilnya di DPR RI. Hari Senin ini, langsung turun tim meninjau ke lokasi,” ungkap Alex.

Kehadiran tim dari Unit Pelaksana Teknis Balai Veteriner (BVet) Bukittinggi dibenarkan tokoh muda Desa Sipora Jaya, Yonathan.

Ia menyebut, tim melakukan vaksinasi dan penyuntikan vitamin pada sapi yang belum terjangkit.

“Dengan kedatangan tim ini, keresahan warga jadi sedikit berkurang walau masih cemas dengan kematian sapi akan terus berlanjut,” kata Yonathan.

Untuk sapi yang sudah mati, tim kesehatan hewan menyarankan penguburan sedalam 1 meter guna mencegah penularan meluas.

Lutfi menyampaikan apresiasi kepada Alex Indra Lukman atas fasilitasi yang membantu percepatan respons pemerintah.

“Atas nama Pemerintah Desa Sipora Jaya, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada Pak Alex. Berkat respons bapak, vaksinasi dan suntik vitamin bisa dilakukan pada sapi warga yang belum terjangkit,” ujarnya.

Ia berharap, langkah vaksinasi dan pemberian vitamin dapat menghentikan penularan Jembrana Disease Virus (JDV) di Mentawai.(*) 

Editor : Hendra Efison
#Jembrana Disease Virus #Diduga Terserang #Tim Kementan Turun Tangan #Virus Jembrana di Mentawai #21 Sapi Mati