Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

22 Ekor Sapi di Mentawai Mati Mendadak, Diduga Terinfeksi Virus Jembrana

Arif Rahmad Daud • Rabu, 24 September 2025 | 12:30 WIB

Diduga terjangkit virus jembrana   ternak sapi warga mati mendadak.
Diduga terjangkit virus jembrana ternak sapi warga mati mendadak.

PADEK.JAWAPOS.COM-Sebanyak 22 ekor sapi, yang terdiri dari 14 ekor sapi peliharaan masyarakat dan 8 ekor sapi bantuan pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, mati diduga akibat terjangkit virus Jembrana.

Kejadian ini terjadi di Desa Sipora Jaya, Kecamatan Sipora Utara. Virus tersebut diduga masuk ke wilayah Mentawai melalui sapi pokir yang tidak melalui proses karantina sebelum didistribusikan.

Kepala Desa Sipora Jaya, Lutvianto, pada Selasa (23/9), menyayangkan kematian belasan ekor sapi peliharaan milik masyarakat di wilayahnya. Ia menyebut, sebelumnya belum pernah terjadi kasus kematian sapi secara massal di desa tersebut.

“Dari awal kami curiga, kenapa setelah ada satu ekor sapi mati, lalu disusul kematian sapi-sapi lainnya, yang terjadi setelah masuknya sapi pokir anggota DPRD Mentawai. Ini bukan hanya musibah, tetapi juga kerugian bagi para peternak atau masyarakat yang sudah lama memelihara sapi,” ungkap Lutvianto.

Ia berharap ke depannya, seluruh proses masuknya hewan ternak ke Kepulauan Mentawai dapat mengikuti prosedur yang benar, termasuk melalui proses karantina.

Hal ini, menurutnya, penting untuk mencegah kejadian serupa serta memberikan jaminan kesehatan terhadap hewan ternak milik masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kepulauan Mentawai, Hati Sama Hura, pada Selasa sore (23/9), mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan sampel ke Balai Veteriner Bukittinggi pada pekan lalu guna memastikan penyebab kematian sapi-sapi tersebut.

“Saat ini, tim kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan proses vaksinasi terhadap sapi-sapi milik warga di Desa Sipora Jaya. Hari ini (kemarin) merupakan hari kedua proses vaksinasi. Kami juga sudah menyurati Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat untuk menangani penyakit ini,” jelas Hati Sama Hura.

Ia menambahkan bahwa pihaknya masih mengumpulkan data jumlah sapi yang terjangkit virus Jembrana, termasuk di dua desa lain yang juga menerima sapi pokir anggota DPRD Mentawai, yakni Desa Saumanganya di Kecamatan Pagai Utara, dan Desa Tuapejat. (rif)

Editor : Novitri Selvia
#Desa Sipora Jaya #DPRD Mentawai #Sapi Mati Mendadak #virus jembrana