Program ini mencakup peluang pendidikan pascasarjana serta lokakarya pengajaran bagi guru SMA, SMK, dan SLB.
Guru Besar FMIPA ITB, Prof. Dr. M. Salman A.N., S.Si., M.Si., menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif pertama yang digelar khusus untuk guru-guru sains di Sumatera Barat.
“Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar. Sesuai dengan motto kami, belajar matematika dengan logika dan cinta,” ujar Prof. Salman saat bertemu Gubernur Sumbar di Istana Gubernuran, Jumat (7/11/2025).
Ia menjelaskan, tahap awal kegiatan difokuskan di Tuapejat dengan peserta sebanyak 20 guru yang dilakukan pada Senin (10/11/2025).
Selain lokakarya, ITB juga membuka kesempatan bagi guru untuk melanjutkan studi pascasarjana di kampus tersebut.
Gubernur Sumbar Mahyeldi menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, guru merupakan garda terdepan dalam membangun karakter dan masa depan bangsa.
“Kami sangat mengapresiasi program ITB. Pemerintah provinsi berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru,” ujarnya.
Mahyeldi berharap, kolaborasi ini dapat memperluas kesempatan pendidikan bagi para guru, khususnya di daerah kepulauan.
“Peningkatan SDM tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga pendidiknya. Guru di Mentawai harus memanfaatkan kesempatan ini,” katanya.
Ia menambahkan, Pemprov Sumbar siap memberikan dukungan agar para guru dapat menjadi penggerak perubahan dan teladan bagi siswa di era digital.(*)
Editor : Hendra Efison