Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kapal Berpenumpang 7 Orang Terombang-ambing di Laut Mentawai, Basarnas Kerahkan KN SAR Ramawijaya

Randi Zulfahli • Senin, 9 Maret 2026 | 05:07 WIB

KM Karya Bersama mati mesin di perairan Mentawai, Sumbar. Tim SAR gabungan kerahkan KN SAR Ramawijaya untuk evakuasi tujuh penumpang sejak Minggu sore.
KM Karya Bersama mati mesin di perairan Mentawai, Sumbar. Tim SAR gabungan kerahkan KN SAR Ramawijaya untuk evakuasi tujuh penumpang sejak Minggu sore.
PADEK.JAWAPOS.COM — Kapal KM Karya Bersama mengalami kecelakaan laut akibat mati mesin di perairan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, sejak Minggu (8/3/2026) sore.

Tim SAR gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi tujuh penumpang yang terombang-ambing di laut.

Kapal tersebut sebelumnya berangkat dari Padang menuju Pulau Siberut pada Sabtu malam (7/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Di tengah perjalanan, kapal mengalami kerusakan mesin pada koordinat 1°16'09'' S – 99°43'48'' E, sekitar 48 Nautical Mile (NM) pada radial 103° dari Pelabuhan Tuapejat, Mentawai.

Kepala Kantor SAR Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengatakan pihaknya menerima laporan darurat dari rekan salah satu penumpang bernama Rudi Hermanto pada Minggu pukul 17.15 WIB.

“Kami segera berkoordinasi dengan instansi terkait dan menggerakkan personel untuk melaksanakan pencarian serta evakuasi terhadap tujuh orang penumpang di kapal tersebut,” ujar Benteng Hilton, Minggu malam.

Operasi penyelamatan awal dilakukan dengan memberangkatkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Mentawai pada pukul 17.30 WIB dengan lima personel.

Namun, tim terpaksa kembali menuju Dermaga Pokai pada pukul 19.50 WIB akibat cuaca ekstrem dan jarak pandang yang sangat terbatas di laut.

Sebagai penguatan operasi, Kantor SAR Mentawai kemudian mengerahkan KN SAR Ramawijaya 240 pada pukul 19.30 WIB dengan membawa 21 personel.

Kapal SAR berkapasitas besar tersebut ditugaskan melanjutkan pencarian menuju lokasi kejadian dengan estimasi waktu tempuh sekitar 2 hingga 3 jam.

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih melakukan pemantauan dan pencarian di perairan Mentawai.

“Kami juga meminta bantuan SARMAP dari Basarnas Command Center untuk memetakan arah sebaran kapal. Kami terus berupaya memastikan keselamatan seluruh penumpang KM Karya Bersama,” kata Benteng.

Petugas gabungan dari Basarnas dan instansi terkait terus memantau perkembangan situasi di lokasi dan akan menyampaikan informasi lanjutan terkait proses evakuasi kapal dan penumpang.(*)

Editor : Hendra Efison
#KN SAR Ramawijaya 240 #Basarnas Mentawai evakuasi kapal #kapal mati mesin Pulau Siberut #kecelakaan laut Mentawai 2026 #KM Karya Bersama Mentawai