Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jalan Padangbesi–Bandabuek Rusak Parah, Pengendara Keluhkan Keselamatan

Mengki Kurniawan • Rabu, 8 April 2026 | 15:36 WIB
BUTUH PERBAIKAN: Kondisi terkini Jalan Padang-Solok tepatnya di
kawasan Padangbesi dan Bandabuek yang banyak berlubang, Selasa (7/4).(MENGKI/PADEK)
BUTUH PERBAIKAN: Kondisi terkini Jalan Padang-Solok tepatnya di kawasan Padangbesi dan Bandabuek yang banyak berlubang, Selasa (7/4).(MENGKI/PADEK)

 
PADEK.JAWAPOS.COM-Kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Solok di Kecamatan Lubukkilangan menjadi sorotan serius. 

Pantauan Padang Ekspres di lapangan pada Selasa (7/4), sejumlah titik di kawasan Padangbesi hingga ruas jalan raya Bandabuek mengalami kerusakan cukup parah. Kerusakan tersebut terlihat dari banyaknya lubang di badan jalan serta permukaan aspal yang tidak rata dan bergelombang.

Kondisi ini sangat kontras mengingat jalur tersebut merupakan salah satu akses utama logistik dan transportasi antarwilayah yang memiliki intensitas kendaraan tinggi setiap harinya. Di sejumlah titik, aspal tampak mengelupas dan membentuk gundukan tidak beraturan.

Baca Juga: Eka Putra Bekali Wali Nagari Pemahaman Hukum Cegah Korupsi

 Hal ini memaksa pengendara, khususnya sepeda motor, untuk bermanuver menghindari lubang, terutama saat lalu lintas padat di pagi dan sore hari.

Salah seorang pengendara, Idhamsyah, 36, mengaku kondisi jalan tersebut sangat mengganggu aktivitas hariannya. Ia bahkan menyebut melintasi jalur Padangbesi sebagai “tantangan berisiko” karena harus menghindari lubang sambil berdekatan dengan kendaraan besar.

“Kondisi jalan yang tidak rata dan berlubang ini sering mengganggu. Apalagi kalau dekat truk besar, motor bisa oleng. Itu sangat berbahaya,” ujarnya.

Baca Juga: 66 Siswa SMAN 9 Padang Lolos PTN Tanpa Tes, Lima Raih Beasiswa Luar Negeri

Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh, tidak hanya tambal sulam. Menurutnya, perawatan rutin sangat penting untuk menjaga kualitas jalan agar tetap aman bagi pengguna.

Selain itu, Idhamsyah juga mengusulkan adanya pengaturan jalur khusus untuk kendaraan bertonase besar seperti truk. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan keselamatan sekaligus memperpanjang usia jalan karena distribusi beban yang lebih terkontrol.

Keluhan serupa disampaikan Ahmadi, 49, warga yang tinggal di sekitar kawasan Bandabuek. Ia menilai kondisi jalan yang bergelombang dan miring kerap menjadi penyebab kendaraan roda dua kehilangan keseimbangan.

Baca Juga: SMKN 3 Payakumbuh: Pagi Ceria jadi Pembuka, Perkuat Kurikulum Merdeka

“Sering motor oleng saat menyalip truk karena jalan tidak rata. Ini sangat berbahaya, apalagi bagi pengendara yang kurang terbiasa,” katanya.

Menurut Ahmadi, kerusakan jalan di kawasan tersebut sudah menjadi persoalan lama yang belum tertangani secara optimal. Ia menilai tingginya volume kendaraan berat, terutama truk yang melintas menuju kawasan industri dan arah Solok, menjadi faktor utama cepat rusaknya jalan.

Beban kendaraan yang melebihi kapasitas jalan membuat struktur aspal cepat retak hingga akhirnya berlubang. Kondisi ini semakin diperparah saat hujan turun, karena lubang tertutup genangan air dan sulit terlihat oleh pengendara.

Baca Juga: Preservasi Jalan Padang–Painan–Kambang Dipercepat, Akses Ekonomi dan Pariwisata Kian Lancar

Hingga saat ini, arus lalu lintas di kawasan Padangbesi dan Bandabuek masih terpantau padat. Pengendara diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, serta mengurangi kecepatan guna menghindari potensi kecelakaan di titik-titik jalan yang rusak. (cr3)

Editor : Novitri Selvia
#Padangbesi–Bandabuek #lubukkilangan #jalan rusak