Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Warga Keluhkan Jalan Pisang di Pauh, Lubang Besar Picu Risiko Kecelakaan

Mengki Kurniawan • Rabu, 15 April 2026 | 10:49 WIB
Salah seorang pengendara sepeda motor melintasi Jalan Pisang di Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh yang dipenuhi lubang, Selasa (14/4/2026). (MENGKI/PADEK)
Salah seorang pengendara sepeda motor melintasi Jalan Pisang di Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh yang dipenuhi lubang, Selasa (14/4/2026). (MENGKI/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM--Pemerataan pembangunan infrastruktur di Padang dinilai belum menyentuh kawasan pinggiran secara maksimal. Warga mulai mempertanyakan fokus pemerintah daerah yang dianggap lebih memprioritaskan perbaikan jalan protokol, sementara jalan penghubung di wilayah permukiman masih terabaikan.

Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah Jalan Pisang di Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (14/4/2026), kondisi jalan tersebut mengalami kerusakan parah dengan lubang-lubang besar di sepanjang badan jalan.

Kerusakan terlihat mulai dari akses yang terhubung dengan Jalan Raya Cupak Tangah hingga menuju Jalan Binuang. Selain permukaan aspal yang tidak rata, dimensi jalan yang sempit turut memperparah kondisi, terutama saat volume kendaraan meningkat pada jam sibuk.

Baca Juga: Jelang Idul Adha 2026, Pemko Padang Pastikan Hewan Kurban Sehat

Situasi menjadi semakin berbahaya ketika hujan mengguyur kawasan tersebut. Lubang-lubang yang ada tertutup genangan air, sehingga sulit dikenali oleh pengendara, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa melintas. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan.

Jalan Pisang sendiri merupakan jalur vital yang menghubungkan aktivitas ekonomi dan pendidikan. Selain menjadi akses menuju Pasar Baru Pauh, jalan ini juga menjadi jalur utama bagi mahasiswa menuju Universitas Andalas (Unand).

Devandra Asman (20), salah seorang mahasiswa, mengaku harus ekstra hati-hati setiap kali melintasi jalan tersebut, terutama saat malam hari atau setelah hujan.

Baca Juga: Kasus Bullying di Padang Disorot, DPRD Minta Pengawasan Sekolah Diperketat

“Lewat di sini harus sangat fokus, apalagi kalau malam hari atau habis hujan. Lubang-lubangnya sering tertutup air jadi tidak kelihatan. Jalan ini sempit, jadi kalau ada mobil lewat, motor harus mengalah sampai ke pinggir sekali yang tanahnya tidak rata,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Riza (36), warga setempat yang menilai kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan permanen. Ia menilai jalan di kawasan pinggiran kota kurang mendapat perhatian.

“Kondisi rusak ini sudah cukup lama dibiarkan. Mungkin karena ini jalan kecil di pinggir kota, jadi tidak terlalu diperhatikan pemerintah. Kami berharap segera ada perbaikan agar aktivitas warga lancar dan tidak ada korban kecelakaan,” katanya.

Baca Juga: Dari SMKN 6 Padang ke Nasional, Florencia Sabet Juara 1 Storytelling 2026

Selain sebagai akses ekonomi dan pendidikan, Jalan Pisang juga menjadi jalur utama bagi siswa yang bersekolah di SMPN 14 Padang dan SDN 12 Pisang. Kondisi jalan yang rusak tentu meningkatkan risiko keselamatan bagi anak-anak.

Warga pun mendesak Pemerintah Kota Padang melalui dinas terkait untuk segera melakukan peninjauan dan perbaikan menyeluruh. Mereka berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya terfokus pada pusat kota, tetapi juga menjangkau jalan-jalan lingkungan di kawasan pinggiran. (cr3)

Editor : Adetio Purtama
#Pisang Pauh #jalan rusak #padang