PADEK.JAWAPOS.COM--Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Barat dalam sepekan ke depan, periode 21–27 April 2026. Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang masih aktif dengan sebaran hujan yang tidak merata.
Berdasarkan catatan BMKG, pada periode 18–20 April 2026, hujan ringan hingga lebat telah terjadi di berbagai daerah. Curah hujan kategori lebat tercatat di sejumlah wilayah, di antaranya Padang Pariaman sebesar 87,0 mm/hari, Kepulauan Mentawai 72,4 mm/hari, Pasaman Barat 65,6 mm/hari, Agam 65,4 mm/hari, hingga Kota Padang 54,0 mm/hari.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Minangkabau, Decky Irmawan, menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer seperti gelombang Rossby Ekuatorial dan Kelvin di wilayah Pulau Sumatera.
Baca Juga: Insentif Pajak Dipangkas, Adopsi EV bakal Melambat
Selain itu, terdapat bibit siklon tropis di Samudera Hindia bagian barat Lampung serta sirkulasi siklonik di selatan Pulau Sumatera yang memicu terbentuknya daerah pertemuan angin (konvergensi dan konfluensi), sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.
“Pemanasan permukaan yang cukup hangat pada siang hari serta kelembapan udara yang masih tinggi di lapisan bawah turut mendukung terbentuknya awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/4/2026).
Secara global, fenomena ENSO dan IOD saat ini berada pada fase netral sehingga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan curah hujan di Indonesia. Namun, pada skala regional, monsun Australia terpantau menguat dan mendorong masuknya massa udara kering ke wilayah Indonesia.
Baca Juga: Jelang Idul Adha 1447 H, Stok Sapi Lokal Padang Hanya 30 Persen dari Kebutuhan
Meski demikian, potensi hujan tetap tinggi akibat faktor lain seperti aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi sebagian wilayah Sumatera, serta potensi terbentuknya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat Pulau Sumatera.
Pada periode 21–23 April 2026, cuaca di Sumatera Barat umumnya berawan hingga hujan sedang. Peningkatan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah seperti Pasaman, Tanahdatar, Padangpanjang, hingga Dharmasraya.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini status waspada untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah seperti Pasaman Barat, Padangpariaman, Sijunjung, dan Dharmasraya yang berpotensi disertai angin kencang.
Baca Juga: 1.216 Pelanggaran Perda di Padang, Satpol PP Gencarkan Razia Remaja Malam Hari
Sementara itu, pada periode 24–27 April 2026, kondisi cuaca masih didominasi berawan hingga hujan sedang, dengan potensi peningkatan hujan di sejumlah wilayah termasuk Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok.
BMKG kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, petir, dan angin kencang.
Masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan perencanaan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruangan seperti ibadah dan wisata. Informasi cuaca terbaru dapat diakses melalui kanal resmi BMKG guna meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem. (yud)
Editor : Adetio Purtama