Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Petugas Perempuan jadi Garda Terdepan Pelayanan Haji

Rommy Delfiano • Selasa, 28 April 2026 | 08:36 WIB
Leni Marlina. (DOK KEMENHAJ SUMBAR)
Leni Marlina. (DOK KEMENHAJ SUMBAR)

PADEK.JAWAPOS.COM - Keterlibatan petugas perempuan dalam penyelenggaraan ibadah haji di Embarkasi Padang terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan haji yang lebih inklusif, ramah perempuan, ramah lansia, dan ramah disabilitas.

Langkah ini dinilai penting mengingat mayoritas jamaah haji asal Embarkasi Padang didominasi oleh perempuan, sehingga pelayanan yang adaptif terhadap kebutuhan mereka menjadi prioritas utama.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan bahwa perempuan kini menempati posisi strategis dalam penyelenggaraan ibadah haji, tidak sekadar sebagai pelengkap.

Di Embarkasi Padang, sejumlah kelompok terbang (kloter) bahkan dipimpin langsung oleh perempuan sebagai ketua kloter, didukung pembimbing ibadah perempuan dan tenaga kesehatan perempuan.

“Selain ketua kloter perempuan, pembimbing ibadah dan tenaga kesehatan perempuan juga cukup banyak terlibat dalam pelayanan,” ujar Rifki.

Menurut Rifki, penguatan peran perempuan merupakan respons terhadap kebutuhan nyata di lapangan, di mana sebagian besar jemaah adalah perempuan.
“Sebagian besar jamaah kita adalah perempuan. Karena itu, kehadiran petugas perempuan menjadi penting untuk memastikan pelayanan berjalan optimal dan sesuai kebutuhan,” katanya.

Ia menjelaskan, kehadiran petugas perempuan juga memberi rasa nyaman lebih besar, terutama bagi jemaah perempuan lanjut usia dan jamaah berkebutuhan khusus yang memerlukan perhatian lebih personal.

“Ini bagian dari komitmen kita menghadirkan layanan yang inklusif,” tambahnya.

Salah satu bukti konkret penguatan peran perempuan terlihat pada Kloter 3 Embarkasi Padang yang dipimpin oleh Ketua Kloter perempuan, Leni Marlina.

Leni mengaku keberadaannya sebagai pemimpin kloter perempuan memberikan kedekatan emosional tersendiri, khususnya saat mendampingi jamaah lansia.

 

“Sesuai motto haji ramah lansia, saya sebagai ketua kloter perempuan merasa terpanggil untuk melayani jamaah lansia, karena mereka sangat membutuhkan pendampingan,” ujar Leni.

Menurutnya, dominasi jamaah perempuan di kloter yang dipimpinnya turut mempermudah proses pelayanan karena adanya kedekatan psikologis dan komunikasi yang lebih mudah dibangun.

“Jamaah perempuan di kloter kami lebih banyak. Kami merasa bangga dan senang bisa melayani mereka, apalagi lansia yang kami anggap seperti orang tua sendiri,” katanya.

Leni menambahkan bahwa hubungan antara petugas perempuan dan jemaah berlangsung sangat harmonis, bahkan lebih terintegrasi karena adanya rasa kekeluargaan.
“Pelayanan kepada jmaah perempuan tidak ada kendala, justru lebih terintegrasi karena ada kedekatan emosional. Mereka menganggap kami sebagai anak, dan kami menganggap mereka sebagai orang tua,” ujarnya. (rdo)

Editor : Adriyanto Syafril
#embarkasi padang #Haji 2026