PADEK.JAWAPOS.COM - Dinas Perdagangan Padang kembali menggelar operasi pasar murah MinyaKita pada hari kedua pelaksanaan, Rabu (6/5), di Pasar Alai.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menstabilkan harga minyak goreng sekaligus mengatasi kelangkaan MinyaKita yang mulai dirasakan masyarakat dan pedagang.
Sejak pagi, operasi pasar tersebut disambut antusias oleh warga dan pedagang. Antrean terlihat di lokasi penyaluran, dengan para pembeli yang ingin mendapatkan minyak goreng subsidi dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.
Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Padang, Edrian Edward, menjelaskan bahwa operasi pasar ini merupakan langkah intervensi pemerintah daerah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga Minyakita.
“Operasi pasar ini kami lakukan agar masyarakat dan pedagang tetap bisa mendapatkan MinyaKita dengan harga terjangkau. Saat ini memang terjadi kelangkaan di pasaran karena distribusi belum maksimal,” ujarnya.
Pada hari kedua pelaksanaan, Dinas Perdagangan menyalurkan sekitar 500 dus MinyaKita di Pasar Alai. Selain itu, pedagang yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) diberikan kesempatan memperoleh tambahan kuota hingga 100 dus.
Edrian menegaskan bahwa kepemilikan NIB penting untuk memastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran dan mudah dipantau. Meski demikian, pihaknya tetap memberikan solusi bagi pedagang kecil yang belum memiliki NIB dengan mengarahkan mereka untuk segera mengurusnya melalui layanan perizinan satu pintu.
“NIB ini tidak dikenakan pajak. Justru memudahkan dalam mengakses distribusi langsung dari produsen atau melalui dinas, sehingga rantai distribusi lebih pendek dan harga bisa ditekan,” jelasnya.
Dalam operasi pasar tersebut, Minyakita dijual dengan harga sekitar Rp15.700 per liter, lebih rendah dibanding harga yang beredar di pasaran. Selisih harga ini dinilai cukup membantu masyarakat, terutama di tengah kenaikan kebutuhan pokok.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Dinas Perdagangan juga menggandeng Perum Bulog Divre Sumbar serta sejumlah distributor dan BUMN pangan lainnya.
Selain di Pasar Alai, operasi pasar pada hari kedua juga dilaksanakan di beberapa titik lain, seperti Pasar Tanah Kongsi, Pasar Bandar Buat, Pasar Simpang Haru, dan Pasar Belimbing. Sebelumnya, pada hari pertama, kegiatan serupa telah digelar di Pasar Raya Padang, Pasar Lubuk Buaya, Pasar Nanggalo, dan Pasar Ulak Karang.
Edrian memastikan pihaknya terus memantau distribusi agar berjalan lancar dan tidak terjadi penimbunan oleh pihak tertentu. Ia juga mengingatkan pedagang untuk tidak menjual kembali minyak subsidi dengan harga tinggi.
“Kami ingin minyak ini benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan. Pengawasan distribusi terus kami lakukan agar tepat sasaran,” tegasnya.
Pemerintah berharap melalui operasi pasar murah ini, pasokan Minyakita di Kota Padang dapat kembali stabil dalam waktu dekat, sehingga harga di tingkat pedagang dapat kembali normal. (cr1)
Editor : Adriyanto Syafril