Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir Rob Rendam Pemukiman Warga di Berok Nipah Padang, Air Setinggi Lutut

Randi Zulfahli • Kamis, 21 Mei 2026 | 10:53 WIB
Tangkapan layar banjir rob rendam pemukiman warga di RT 05 RW 03 Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Kamis pagi (21/5/2026). (Tiktok @wahe13_)
Tangkapan layar banjir rob rendam pemukiman warga di RT 05 RW 03 Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Kamis pagi (21/5/2026). (Tiktok @wahe13_)

PADEK.JAWAPOS.COM–Sejumlah rumah warga di RT 05 RW 03 Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, terendam banjir rob akibat fenomena pasang laut yang terjadi, Kamis (21/5/2026). Genangan air laut mencapai ketinggian selutut orang dewasa dan menggenangi pemukiman warga.

Fenomena banjir rob tersebut dipicu oleh tingginya pasang laut yang mengakibatkan air laut meluap masuk ke saluran pembuangan dan jalanan di kawasan tersebut. Kondisi ini menyebabkan sistem drainase lingkungan tidak mampu menampung volume air yang masuk, sehingga genangan meluas ke area permukiman masyarakat.

Berdasarkan tayangan yang dibagikan akun TikTok @wahe13_, terlihat genangan air laut telah menggenangi sebagian besar area pemukiman.

Baca Juga: Pertamina Kebut Revitalisasi Terminal LPG Belawan, Pasokan Energi Sumut Ditarget Lebih Stabil pada 2027

"Air pasang sedang naik atau banjir rob. Imbasnya masuk ke saluran pemukiman masyarakat. Saluran drainase tidak bisa lagi menampung, air masuk dari drainase lingkungan sekitar," ungkap pemilik akun dalam siaran langsung TikTok tersebut.

Pemilik akun tersebut juga menyampaikan bahwa banjir rob sudah berlangsung beberapa hari berturut-turut. 

"Udah beberapa hari ini kalau dilihat banjir rob ini terjadi. Airnya tinggi masuk ke pemukiman masyarakat, sampai selutut orang dewasa," jelasnya.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Ekonomi Nasional Dipertaruhkan

Banjir rob di wilayah tersebut biasanya terjadi sekitar pukul 07.00-08.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 10.00 menjelang pukul 11.00 WIB. Memasuki pukul 12.00 siang, air mulai surut seiring turunnya permukaan air laut.

Analisis BMKG Maritim Teluk Bayur

Menanggapi situasi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur memberikan penjelasan teknis mengenai pemicu utama hidrometeorologi di pesisir Kota Padang ini.

Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, menjelaskan bahwa beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 17 Mei 2026, wilayah tersebut sempat dipengaruhi oleh kondisi Super New Moon (Bulan Baru Super).

Baca Juga: PLN Siapkan Electric Truck untuk Industri Batu Split Limapuluh Kota, Biaya Operasional Bisa Hemat 70 Persen

Fenomena astronomi tersebut memicu pasang air laut maksimum yang terpantau mencapai rentang 1,5 meter pada pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, dengan potensi banjir rob yang tersebar di Kota Padang dan sekitarnya sepanjang 15-18 Mei 2026.

Sementara itu, untuk kondisi terkini pada tanggal 20-21 Mei 2026, intensitas pasang laut mengalami sedikit penurunan namun tetap berada pada kategori tinggi.

"Untuk kondisi tanggal 20-21 Mei 2026, pasang maksimum terpantau mencapai 1,2 meter pada pukul 06.00-08.00 WIB. Meskipun kondisi cuaca terpantau cerah dan secara astronomi saat ini memasuki fase bulan sabit (Waxing Crescent 25%), genangan di lapangan diperparah oleh faktor cuaca sebelumnya," kata Sahat Mauli Pasaribu kepada Padek, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga: Saksi Sebut Pasar Sungaibatang sempat Berfungsi Baik, Ahli Soroti Hak Tersangka

Sahat menegaskan, munculnya genangan air laut yang cukup tinggi di Berok Nipah sebagaimana yang dilaporkan oleh netizen merupakan akumulasi dari dua faktor alam. 

Selain karena adanya pasang air laut setinggi 1,2 meter di pagi hari, situasi ini diperburuk oleh dampak hujan lebat yang sempat mengguyur wilayah Kota Padang pada Rabu malam, 20 Mei 2026. 

Kombinasi sisa air hujan dan naiknya air laut membuat sistem drainase lingkungan tidak berfungsi dalam mengalirkan air menuju muara. (cc1)

Editor : Adetio Purtama
#Berok Nipah #BMKG Maritim Teluk Bayur #banjir rob