PADEK.JAWAPOS.COM - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang mengingatkan bahaya penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) yang dinilai terus menjadi ancaman bagi generasi muda. Edukasi dan pencegahan disebut perlu diperkuat mengingat tren penyalahgunaan OOT mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBPOM di Padang, Elyunaida mengatakan, kegiatan edukasi dalam rangka Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT yang digelar di kantor BBPOM Padang, Senin (25/5), menjadi langkah penting dan strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu.
Menurutnya, sejumlah obat seperti Tramadol, Trihexyphenidyl, dan Dextromethorphan kerap disalahgunakan, terutama oleh kalangan remaja.
Elyunaida menjelaskan bahwa OOT bukan termasuk narkotika maupun psikotropika. Namun apabila digunakan melebihi dosis terapi dan tanpa pengawasan tenaga kesehatan, obat tersebut dapat menimbulkan ketergantungan dan gangguan perilaku.
“Obat-obat tertentu ini bekerja pada susunan saraf pusat. Jika digunakan di atas dosis terapi, dapat menimbulkan ketergantungan dan memengaruhi perilaku seseorang. Ini tentu menjadi ancaman bagi generasi muda yang kita harapkan menjadi penerus bangsa,” ujarnya.
Ia mengatakan, penyalahgunaan OOT menjadi perhatian serius karena sebagian besar pengguna berasal dari kalangan remaja dan anak muda. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat upaya pemerintah dalam mewujudkan generasi emas Indonesia di masa mendatang.
BBPOM Padang juga mencatat tren penyalahgunaan OOT mengalami peningkatan signifikan dalam tujuh tahun terakhir. Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah kasus disebut meningkat berkali-kali lipat.
“Kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Anak-anak muda masih berada pada fase perkembangan emosional yang belum stabil sehingga rentan terpengaruh hal-hal negatif, terutama ketika menghadapi masalah atau tekanan dalam kehidupan mereka,” kata Elyunaida.
Karena itu, edukasi dinilai menjadi langkah utama yang harus terus dilakukan. Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga perlu melibatkan sekolah, keluarga, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas pemuda.
Ia menekankan bahwa kampanye pencegahan penyalahgunaan OOT tidak boleh berhenti pada satu kegiatan saja. Informasi mengenai bahaya penyalahgunaan obat-obatan tertentu harus terus disebarluaskan hingga menjangkau masyarakat di tingkat bawah.
Di sisi lain, BBPOM Padang juga terus memperkuat pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan. Pengawasan dilakukan tidak hanya pada aspek keamanan dan mutu produk, tetapi juga terhadap potensi penyimpangan yang mengarah pada tindak pidana.
“Kami terus meningkatkan pengawasan, memperkuat intelijen, penindakan, serta koordinasi dengan aparat penegak hukum. Upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri dan membutuhkan dukungan seluruh pihak,” ujarnya.
Elyunaida mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan. Ia juga mengimbau remaja agar berani menolak penggunaan obat yang tidak sesuai peruntukannya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyalahgunaan OOT tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga dapat memicu berbagai persoalan sosial.
Ketergantungan terhadap obat dapat mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal demi mendapatkan obat yang diinginkan.
Melalui peringatan Hari Aksi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan OOT, BBPOM berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga peredaran dan penyalahgunaan obat-obatan tertentu dapat ditekan demi melindungi generasi muda dan masa depan bangsa. (yud)
Editor : Adriyanto Syafril