Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Unand Berbagi Hewan Kurban ke Daerah Terpencil

Rommy Delfiano • Kamis, 28 Mei 2026 | 08:03 WIB
Prosesi penyembelihan hewan kurban di Masjid Nurul Ilmi Kampus Unand Limaumanih Padang, Rabu (27/5). (DOK UNAND)
Prosesi penyembelihan hewan kurban di Masjid Nurul Ilmi Kampus Unand Limaumanih Padang, Rabu (27/5). (DOK UNAND)

PADEK.JAWAPOS.COM - Semangat pengorbanan dan kepedulian sosial kembali dihidupkan Universitas Andalas (Unand) pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah. Setelah vakum sekitar 12 tahun, program kurban terpusat kampus kembali digelar dan berhasil menghimpun 43 ekor sapi untuk disalurkan kepada masyarakat, mulai dari wilayah terdampak bencana hingga daerah terpencil di Sumbar.

Bagi Rektor Unand Efa Yonnedi PhD, Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan refleksi tentang bagaimana kampus hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Selama 70 tahun berdiri, perjalanan Universitas Andalas tidak pernah lepas dari semangat pengorbanan dan kepedulian. Mulai dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan hingga alumni, semuanya memiliki peran dalam membangun masyarakat dan Indonesia,” ujar Efa, di Masjid Nurul Ilmi Rabu Kampus Unand Limaumanih Padang, kemarin (27/5).

Program Unand Berqurban tahun ini menjadi bagian dari rangkaian Lustrum XIV Unand. Gerakan tersebut melibatkan pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, alumni, mitra perbankan, hingga berbagai elemen sivitas akademika yang bersama-sama bergotong royong menghimpun hewan kurban.

Khusus panitia yang dipusatkan di kawasan Masjid Nurul Ilmi (MNI) Unand, terkumpul 12 ekor sapi dan satu ekor kambing. Delapan sapi berasal dari gotong royong keluarga besar Unand, tiga sapi merupakan bantuan CSR Bank Mandiri, Bank Nagari, dan BSI, sementara satu sapi lainnya berasal dari alumni untuk masyarakat Batipuh melalui Rudi Rusli.

Selain itu, satu ekor kambing dititipkan melalui LAZ Alumni FK Unand sebagai bagian dari bantuan kemanusiaan untuk Palestina.

Sebanyak 11 ekor sapi disembelih di lingkungan MNI Unand, sedangkan sisanya disalurkan ke berbagai daerah yang membutuhkan.

Tak hanya itu, kontribusi kurban juga datang dari berbagai unit di lingkungan kampus. LAZ Alumni FK Unand menyalurkan 20 ekor sapi ke Mentawai, Sei Naniang Kabupaten Lima Puluh Kota, kawasan terdampak bencana di Padang dan Agam, hingga dua ekor sapi untuk Palestina. Fakultas Farmasi turut berkontribusi dengan empat ekor sapi, sementara Keluarga Besar PSH Unand bersama sejumlah lembaga sosial menyalurkan lima ekor sapi untuk masyarakat Mentawai.

Menurut Efa, semangat berbagi melalui kurban tahun ini juga diarahkan untuk membantu tenaga kebersihan, petugas keamanan, pengemudi, serta masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Sumbar.

Ia menilai Idul Adha mengajarkan dua nilai penting yang tidak dapat dipisahkan, yakni pengorbanan dan kepedulian sosial.

 

“Nabi Ibrahim AS mengorbankan yang paling dicintainya karena ketaatan kepada Allah SWT, dan dari sunnah mulia itulah tradisi kurban lahir. Bukan sekadar ritual, tetapi wujud rasa syukur yang dibagikan kepada sesama,” katanya.

Efa berharap nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian yang tumbuh dalam Iduladha dapat memperkuat karakter Unand sebagai kampus yang berdampak bagi bangsa dan dunia.

“Kami berharap kehadiran Universitas Andalas di tengah masyarakat melalui program ini dapat meningkatkan rasa kepedulian sosial serta meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Semangat itu juga mengemuka dalam khutbah Iduladha yang disampaikan Ustad M Hafizh Safitri di Masjid Nurul Ilmi Unand. Ia mengingatkan bahwa hakikat kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan menyembelih ego, keserakahan, dan rasa cinta berlebihan terhadap dunia.

“Iduladha bukan sekadar tentang menyembelih hewan. Yang paling penting adalah bagaimana kita menyembelih ego, hawa nafsu, serta menumbuhkan rasa cinta dan kepatuhan yang lebih besar kepada Allah SWT,” ujarnya.

Menurutnya, keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi pelajaran penting tentang keimanan, keikhlasan, dan pendidikan nilai ketakwaan sejak dini. (rdo)

Editor : Adriyanto Syafril
#sapi kurban #hari raya idul adha #unand