PADEK.JAWAPOS.COM -- Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu (10/6) dini hari, saat jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 06 Debarkasi Padang tiba kembali di Tanah Air usai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 dengan nomor penerbangan GA3806 yang mengangkut ratusan jamaah haji mendarat dengan selamat di BIM pada pukul 02.39 WIB. Pesawat tersebut sebelumnya bertolak dari Bandara Jeddah, Arab Saudi, pada Selasa sore.
Meskipun rintik hujan mengguyur kawasan bandara, kebahagiaan para jamaah yang akhirnya kembali ke kampung halaman tetap terpancar. Satu per satu jemaah turun dari pesawat menuju garbarata dengan wajah lega setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.
Petugas juga memberikan perhatian khusus kepada jamaah lanjut usia (lansia). Sejumlah lansia tampak menggunakan kursi roda untuk menuju bus yang telah disiapkan, sementara sebagian lainnya menjalani pemeriksaan kesehatan awal sebelum diberangkatkan ke Asrama Haji Padang.
Kedatangan jamaah disambut langsung oleh Bupati Agam Beni Warlis, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, Amrizal, jajaran Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang, serta Kantor Kementerian Haji Kabupaten Agam.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, Amrizal, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pemulangan jamaah.
“Alhamdulillah jamaah Kloter 06 telah tiba kembali di Tanah Air dalam keadaan selamat. Kami bersyukur proses kedatangan berjalan lancar dan jemaah dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam kondisi sehat,” ujarnya.
Berdasarkan data PPIH Debarkasi Padang, Kloter 06 terdiri atas 391 orang, yang meliputi 308 jamaah asal Kabupaten Agam, 77 jamaah asal Kota Padangpanjang, empat petugas kloter, dan dua Petugas Haji Daerah (PHD).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 117 jemaah merupakan lansia berusia 65 tahun ke atas. Kondisi ini membuat pendampingan dan pelayanan khusus menjadi prioritas selama proses pemulangan.
Di balik kelancaran kepulangan Kloter 06, terdapat dua jamaah yang belum dapat kembali bersama rombongan karena mengalami gangguan kesehatan dan masih menjalani perawatan di Arab Saudi.
Ketua Kloter 06, Editiawarman, menjelaskan bahwa kedua jamaah tersebut awalnya dalam kondisi baik saat berangkat dari hotel menuju Bandara Jeddah. Namun, kondisi kesehatan mereka menurun setelah tiba di bandara sehingga harus dirujuk ke fasilitas kesehatan dan belum memperoleh surat keterangan laik terbang.
“Secara umum proses pemulangan berjalan lancar. Namun kami juga menyayangkan ada dua jamaah yang belum bisa pulang bersama kloter karena harus menjalani perawatan. Kita doakan semoga keduanya segera pulih dan dapat kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat,” kata Editiawarman.
Dua jamaah yang tertunda kepulangannya adalah Syafruddin Sutan Badarun, 62, dan Emma Yuliati, 57, yang keduanya berasal dari Kota Padangpanjang.
Meski demikian, Kloter 06 membawa kabar menggembirakan karena seluruh jamaah yang berangkat ke Tanah Suci dilaporkan dalam kondisi sehat dan tidak ada jemaah yang wafat selama penyelenggaraan ibadah haji.
Editiawarman turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas kloter, tenaga kesehatan, Petugas Haji Daerah, serta para ketua rombongan dan ketua regu yang telah mendampingi jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan.
“Alhamdulillah seluruh proses pelayanan berjalan baik. Ini tentu berkat kerja sama semua pihak, mulai dari petugas kloter, tenaga kesehatan, petugas haji daerah, hingga para ketua rombongan dan ketua regu yang selalu mendampingi jemaah,” ujarnya.
Dengan tibanya Kloter 06, jumlah jamaah dan petugas Debarkasi Padang yang telah kembali ke Tanah Air mencapai 2.342 orang. PPIH Debarkasi Padang akan terus melanjutkan proses pemulangan kloter berikutnya hingga seluruh jamaah haji kembali ke daerah asal masing-masing.
Kepulangan Kloter 06 menjadi momen penuh haru dan syukur bagi para jamaah serta keluarga yang telah lama menantikan kebersamaan kembali setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. (rdo)
Editor : Adriyanto Syafril