PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemerintah Kecamatan Kototangah menggelar rapat sosialisasi rencana pelebaran jalan di sepanjang ruas Anakaie menuju Terminal Anakaie, Senin (15/6).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Terminal Anakaie itu dipimpin langsung oleh Camat Kototangah, Rio Ebu Pratama, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat lintas sektor serta perwakilan masyarakat setempat.
Rapat tersebut mempertemukan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Barat, Kepala Bidang Dinas Pertanahan, unsur Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA), unsur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), jajaran Polsek, Koramil, para lurah, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), pengurus RT dan RW, hingga warga yang bermukim di sekitar kawasan tersebut.
Dalam forum itu, Camat Rio Ebu Pratama memaparkan bahwa kondisi jalan eksisting di ruas Bypass Anakaie hingga Terminal Anakaie saat ini hanya berkisar antara 5,5 hingga 6 meter.
Lebar tersebut dinilai belum memadai untuk menampung arus lalu lintas kendaraan angkutan yang melintas di jalur tersebut.
Sebagai solusi, pemerintah kecamatan merencanakan pengecoran bahu jalan sepanjang 1 hingga 2 meter di sisi kiri dan kanan badan jalan yang ada.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi kendaraan, terutama armada transportasi berukuran besar yang sehari-hari melewati kawasan itu.
“Untuk kelancaran arus lalu lintas transportasi angkutan, tentunya perlu dilakukan pelebaran jalan melalui pengecoran bahu jalan. Ini juga merupakan upaya untuk mengarahkan AKAP, AKDP, dan angkutan lainnya ke terminal, sehingga fungsi dari terminal bisa berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Rio Ebu Pratama kepada Padang Ekspres, Selasa (16/6).
Selain menjawab persoalan kemacetan dan kapasitas jalan, rencana pelebaran ini juga erat kaitannya dengan upaya pemerintah untuk mengembalikan fungsi Terminal Anakaie secara optimal.
Selama ini, armada Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP), beserta angkutan umum lainnya, belum sepenuhnya memanfaatkan terminal sebagai titik operasional utama mereka.
Dengan adanya peningkatan infrastruktur jalan menuju terminal, pemerintah berharap para operator angkutan terdorong untuk kembali menjadikan Terminal Anakaie sebagai basis pergerakan armada mereka.
“Hal ini sekaligus akan menjadikan terminal sebagai simpul transportasi yang hidup dan fungsional, sesuai peruntukannya,” sambung Rio.
Tidak hanya soal transportasi, rencana pelebaran jalan ini juga diyakini akan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan Anakaie.
Meningkatnya mobilitas kendaraan dan aktivitas di terminal diperkirakan akan mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah di sekitar kawasan itu, mulai dari pedagang, jasa, hingga sektor pendukung transportasi lainnya.
Rapat sosialisasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan tersebut menghasilkan satu kesepakatan penting, yaitu sebelum pelaksanaan pelebaran dimulai, akan dilakukan pengukuran lapangan terlebih dahulu.
Pengukuran itu akan disesuaikan dengan kondisi sesungguhnya dan kebutuhan di lapangan, guna memastikan rencana yang disusun benar-benar tepat sasaran dan dapat dieksekusi secara optimal.
Setelah tahap pengukuran selesai, pemerintah kecamatan berkomitmen untuk kembali menggelar pertemuan dengan warga sekitar.
Forum lanjutan itu dimaksudkan agar masyarakat mendapatkan informasi terkini mengenai perkembangan rencana, sekaligus memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan masukan atau keberatan sebelum proyek benar-benar berjalan. (cc1)
Editor : Adriyanto Syafril