Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Truk Tangki CPO Terperosok ke Jurang 50 Meter di Sitinjaulauik, Petugas PKJR Tewas Terjepit

Randi Zulfahli • Jumat, 3 Juli 2026 | 08:37 WIB
Truk tangki CPO tak kuat menanjak lalu terjun ke jurang 50 meter di kawasan tanjakan Tunggua, Panorama II, Sitinjaulauik, Kamis (2/7/2026) malam. Petugas PKJR Muhammad Fajri tewas terjepit dalam kecelakaan tersebut. (Foto: Polsek Luki)
Truk tangki CPO tak kuat menanjak lalu terjun ke jurang 50 meter di kawasan tanjakan Tunggua, Panorama II, Sitinjaulauik, Kamis (2/7/2026) malam. Petugas PKJR Muhammad Fajri tewas terjepit dalam kecelakaan tersebut. (Foto: Polsek Luki)

PADEK.JAWAPOS.COM–Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di kawasan tanjakan Tunggua, Panorama II, Sitinjaulauik, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubukkilangan, Kota Padang, Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. 

Satu unit truk tangki bermuatan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) terperosok ke dalam jurang sedalam kurang lebih 50 meter setelah gagal menanjak dan bergerak mundur tanpa kendali. 

Insiden tersebut menewaskan seorang petugas Pembantu Kelancaran Jalan Raya (PKJR) yang saat itu berupaya membantu kendaraan tersebut melintasi tanjakan.

Baca Juga: Paket Sembako Murah Khadijah Zaman Now Diserbu Warga Payakumbuh

Anggota Unit Lantas Polsek Lubuk Kilangan, Bripka Oyon Tanjung, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika truk tangki jenis Hino Lohan dengan nomor polisi BA 8019 GU melaju dari arah Padang menuju Solok dengan membawa muatan CPO. 

Sesampainya di tanjakan Tunggua, truk tersebut tidak kuat menanjak sehingga sopir memutuskan untuk menghentikan kendaraannya di tengah jalur pendakian.

"Truk tangki bermuatan CPO tersebut tidak kuat menanjak di kawasan Tunggua, sehingga berhenti. Setelah itu, kendaraan dibawa alih oleh petugas PKJR untuk membantu proses menanjak, namun ternyata truk juga tidak kuat dan akhirnya mundur hingga masuk ke jurang sedalam sekitar 50 meter," kata Bripka Oyon Tanjung, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Pemko Padang Perkuat Kerukunan Umat Beragama, Koordinasi dengan Kemenag dan Kemendagri

Menurut keterangannya, setelah truk berhenti karena tidak sanggup menanjak, kendali kendaraan diambil alih oleh petugas yang dikenal warga setempat sebagai "anak tikuang" atau Pembantu Kelancaran Jalan Raya (PKJR) bernama Muhammad Fajri. 

Petugas PKJR memang kerap membantu kendaraan besar yang kesulitan melewati tanjakan curam di jalur Padang-Solok tersebut, khususnya di titik rawan seperti Sitinjaulauik.

Namun, truk tangki yang sudah dikendalikan oleh Muhammad Fajri ternyata tetap tidak mampu menanjak. Kendaraan tersebut kemudian bergerak mundur secara tidak terkendali hingga akhirnya keluar dari badan jalan dan masuk ke dalam jurang yang kedalamannya diperkirakan mencapai 50 meter. 

Baca Juga: Wali Kota Padang Lepas 14 Atlet KIIS ke Kejuaraan Sepatu Roda Nasional Pariaman Open 2026

Muhammad Fajri yang berada di dalam kabin truk saat kejadian dilaporkan terjepit badan kendaraan dan dinyatakan meninggal dunia.

Bripka Oyon Tanjung memaparkan, kondisi jalan di lokasi kejadian sebenarnya tergolong baik. Jalur tersebut merupakan jalan pendakian beraspal beton yang masih dalam kondisi layak, dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas. 

Arus lalu lintas pada saat kejadian juga terpantau sepi. Meski demikian, kondisi pencahayaan di lokasi tergolong minim atau gelap, yang diduga turut memengaruhi situasi saat truk mengalami kesulitan menanjak pada malam hari.

Baca Juga: Balai POM di Sijunjung Gelar Program Sejuta Vaksin HPV, Sasar Remaja, Dewasa, ASN dan Masyarakat

Jalan raya Padang-Solok di kawasan Sitinjaulauik dikenal sebagai salah satu jalur ekstrem di Sumatera Barat karena memiliki tanjakan dan turunan tajam dengan kemiringan curam. 

Jalur ini kerap dilalui kendaraan angkutan barang berukuran besar, termasuk truk tangki bermuatan CPO, sehingga kehadiran petugas PKJR di kawasan tersebut menjadi hal yang lumrah untuk membantu kelancaran arus kendaraan berat.

Dalam kejadian ini, korban yang meninggal dunia diketahui sebagai Muhammad Fajri (32), berprofesi sebagai petugas PKJR. Ia beralamat di Tarantang, Kecamatan Lubukkilangan, Kota Padang.

Baca Juga: Balai POM di Sijunjung Gelar Program Sejuta Vaksin HPV, Sasar Remaja, Dewasa, ASN dan Masyarakat

Muhammad Fajri tercatat sebagai orang yang mengambil alih kendali truk tangki BA 8019 GU pada saat kejadian, sekaligus menjadi korban tunggal yang meninggal dunia akibat terjepit badan kendaraan di dalam jurang.

Akibat kecelakaan tersebut, truk tangki CPO mengalami kerusakan berat setelah terjun ke dalam jurang sedalam 50 meter. 

Bripka Oyon Tanjung menyebutkan, dari insiden ini tercatat satu orang korban meninggal dunia, sementara tidak ada korban luka berat maupun luka ringan. Adapun nilai kerugian materil akibat kecelakaan tersebut masih dalam proses pendataan oleh pihak kepolisian.

Baca Juga: 2.600 Jamba Meriahkan HUT ke-24 Kota Pariaman, Tradisi Makan Bajamba Satukan Ribuan Warga

Merespons laporan kecelakaan tersebut, Unit Lantas Polsek Lubukkilangan segera melakukan sejumlah langkah penanganan sesuai prosedur.

Petugas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP) laka lantas. Selanjutnya, petugas mencatat keterangan saksi-saksi yang berada di lokasi, mengolah TKP kecelakaan, serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Proses penanganan juga mencakup pengukuran TKP laka lantas guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, serta penggambaran TKP kecelakaan sebagai bagian dari dokumentasi resmi kepolisian.

Baca Juga: Zulmaeta Hadiri Rakernas APEKSI XVIII di Medan, Payakumbuh Siap Adopsi Inovasi Pelayanan Publik

Seluruh rangkaian penanganan ini dilakukan sesuai prosedur standar penyidikan kecelakaan lalu lintas guna memastikan kronologi kejadian tercatat secara akurat dan menyeluruh.

Kecelakaan yang menewaskan petugas PKJR ini menambah daftar panjang insiden di jalur ekstrem Sitinjaulauik yang selama ini dikenal rawan kecelakaan, terutama bagi kendaraan bermuatan berat yang melintasi tanjakan curam pada malam hari dengan kondisi pencahayaan minim. (cc1)

Editor : Adetio Purtama
#jurang #cpo #Sitinjaulauik #truk tangki