PADEK.JAWAPOS.COM -- Perusahaan Umum Daerah Padang Sejahtera Mandiri (Perumda PSM) Trans Padang terus menggencarkan kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana transportasi publik di seluruh wilayah operasionalnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjamin layanan angkutan massal tetap prima dan dapat diandalkan oleh warga Kota Padang.
Kepala Divisi Trans Padang, Aulil Amri, menjelaskan bahwa kegiatan yang dijalankan oleh Tim K3, dan Prasarana Trans Padang tersebut dilaksanakan secara rutin sebagai wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas pelayanan transportasi publik bagi masyarakat.
Menurutnya, kualitas layanan yang berkelanjutan sangat bergantung pada kondisi fasilitas pendukung yang digunakan setiap hari oleh penumpang.
“Kegiatan rutin yang dilakukan oleh Tim K3 dan Prasarana Trans Padang ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga kualitas pelayanan transportasi publik bagi masyarakat Kota Padang,” ujar Aulil Amri, Kamis (16/7).
Salah satu sasaran utama dari kegiatan pemeliharaan tersebut adalah perbaikan fasilitas halte serta rambu-rambu Trans Padang yang mengalami kerusakan.
Aulil menyebut, kerusakan pada fasilitas tersebut sebagian besar disebabkan oleh aksi vandalisme dan perbuatan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.
Persoalan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola layanan transportasi umum dalam mempertahankan kenyamanan dan keamanan fasilitas publik.
Ia menegaskan, kerusakan akibat vandalisme bukan sekadar persoalan estetika semata. Lebih jauh, kondisi tersebut berpotensi mengurangi kenyamanan pengguna layanan sekaligus mengganggu fungsi fasilitas yang sejatinya disediakan untuk mendukung keselamatan dan kelancaran operasional transportasi umum di Kota Padang.
Halte yang rusak, misalnya, dapat mengurangi perlindungan bagi penumpang saat menunggu kedatangan bus, sementara rambu yang tidak lagi berfungsi optimal berisiko membingungkan pengguna jalan maupun penumpang yang hendak mengakses layanan Trans Padang.
Menyikapi kondisi tersebut, Tim K3 dan Prasarana Trans Padang secara berkala turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan sekaligus perbaikan pada titik-titik fasilitas yang mengalami kerusakan.
Upaya ini dilakukan secara terjadwal dan berkesinambungan agar seluruh fasilitas publik yang menunjang operasional Trans Padang dapat tetap berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas.
Aulil Amri berharap, melalui pemeliharaan dan perbaikan yang dilakukan secara konsisten ini, kualitas layanan Trans Padang dapat terus terjaga sehingga masyarakat merasa nyaman dan aman saat menggunakan moda transportasi umum tersebut.
Ia menilai, keberlanjutan fasilitas publik yang baik akan berdampak langsung pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi massal di Kota Padang.
Lebih lanjut, Aulil mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menjaga dan merawat fasilitas publik yang telah disediakan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan sarana dan prasarana Trans Padang.
Ia menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk tidak merusak, mencoret, maupun menyalahgunakan fasilitas umum yang ada.
“Mari bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas publik yang ada di Kota Padang. Dengan tidak merusak, mencoret, maupun menyalahgunakan fasilitas umum, kita turut berkontribusi menciptakan lingkungan kota yang tertib, nyaman, dan layak digunakan oleh semua warga,” kata Aulil Amri.
Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli fasilitas umum di tengah masyarakat Kota Padang.
Aulil menilai, sinergi antara pengelola layanan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem transportasi publik yang tertib, aman, dan berkelanjutan.
Dengan adanya kerja sama tersebut, fasilitas seperti halte dan rambu-rambu diharapkan dapat bertahan lebih lama dan tidak kembali menjadi sasaran tindakan vandalisme.
Ke depan, kegiatan pemeliharaan rutin oleh Tim K3 dan Prasarana Trans Padang akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga mutu layanan transportasi publik di Kota Padang.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengelola layanan tidak hanya berfokus pada aspek operasional armada, tetapi juga memperhatikan detail infrastruktur pendukung yang berdampak langsung pada pengalaman pengguna layanan sehari-hari. (cc1)
Editor : Adriyanto Syafril