PADEK.JAWPOS.COM-Warga di Kabupaten Limapuluh Kota mengeluhkan kondisi jalan penghubung antara Kecamatan Payakumbuh dan Kecamatan Mungka yang rusak parah, tepatnya di Nagari Koto Tangah Simalanggang.
Akses vital tersebut tak hanya menghambat mobilitas harian warga, tetapi juga dinilai mengancam keselamatan jiwa terutama saat hujan mengguyur dan lubang jalan tersembunyi oleh genangan air.
“Setiap pagi dan sore saya melewati jalan ini untuk pergi dan pulang kerja. Harus ekstra hati-hati karena genangan air menutupi lubang, jadi bisa masuk tanpa sadar dan jatuh,” ujar Ade Susanti (32), warga setempat, kepada Padang Ekspres, Selasa (22/4).
Menurut Ade, lubang-lubang di sepanjang ruas jalan tersebut seolah menjadi ‘perangkap tersembunyi’ bagi para pengendara.
Kondisi makin berbahaya saat hujan turun, karena air memenuhi hampir seluruh badan jalan.
“Apalagi kami perempuan yang membawa motor sendiri. Sulit sekali menebak mana jalan yang aman dilewati,” katanya prihatin.
Senada dengan itu, Revan, 34, warga Kota Payakumbuh yang kerap melintasi jalur ini, menyebut kerusakan jalan kian parah belakangan ini.
“Hari ini saya lewat, parah sekali. Tidak ada celah untuk menghindar. Bahkan warga sampai membuat pagar pembatas seadanya di pinggir jalan supaya orang tidak terperosok,” ungkap Revan.
Ia menambahkan, jalan ini juga sering dilalui oleh pelajar dan orang tua yang mengantar anak-anak ke sekolah. “Bayangkan kalau anak-anak ini terjatuh karena masuk lubang. Bahaya sekali,” tegasnya.
Dari pantauan Padang Ekspres di lokasi pada Selasa (22/4), kerusakan jalan memang tampak nyata. Lubang-lubang menganga menghiasi badan jalan sepanjang kurang lebih 100 meter.
Kendaraan roda dua maupun empat tampak melambatkan laju dan berusaha memilih jalur yang paling aman untuk dilewati. Sayangnya, drainase di sisi kanan dan kiri jalan nyaris tidak terlihat, memperparah kondisi saat hujan turun.(rid)
Editor : Novitri Selvia