Pj Wali Nagari Salido, Roni Marta Gusrianto, menyebutkan budidaya lele menjadi langkah nyata BUMDes dalam mengoptimalkan potensi sumber daya lokal. Ia menilai, sektor perikanan air tawar memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara profesional dan berkelanjutan.
”BUMDes bukan hanya lembaga ekonomi, tetapi juga wadah pembelajaran masyarakat dalam mengelola potensi nagari secara modern dan terukur,” ujar Roni, Jumat (31/10).
Ia menjelaskan, kegiatan pembesaran ikan lele dipusatkan di Kampung Luar Salido karena kondisi lingkungan dan sumber air di lokasi tersebut sangat mendukung pengembangan perikanan air tawar. Lokasi ini bahkan dinilai berpotensi menjadi sentra ekonomi baru masyarakat.
Sebagai tahap awal, 15 ribu bibit lele telah ditebar secara simbolis oleh pengurus BUMDes Anak Nagari Salido. Penebaran ini menandai dimulainya fase produksi sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi nagari berbasis potensi lokal.
Pemerintah nagari, lanjut Roni, berkomitmen mendukung setiap program pemberdayaan yang dijalankan BUMDes. Dukungan tersebut meliputi pendampingan, pembinaan, serta kemitraan dengan pihak swasta dan lembaga pemerintah lainnya.
”Harapan kami, program ini tidak berhenti di tahap awal saja. Ke depan, masyarakat bisa ikut terlibat langsung dalam proses produksi dan pengelolaan hasilnya,” tuturnya.
Roni menegaskan, keberhasilan nagari bergantung pada tingkat partisipasi masyarakat dalam membangun ekonomi bersama.
Kegiatan penebaran bibit lele yang berlangsung Kamis (30/10) itu juga dihadiri Camat IV Jurai Ferro Yuandha Putri, Sekretaris Nagari Sasmawida, Bhabinkamtibmas, Ketua BUMDes Roma Rio Bernando, serta tokoh masyarakat setempat.
Camat IV Jurai, Ferro Yuandha Putri, memberikan apresiasi terhadap langkah inovatif BUMDes Salido. Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan program pemerintah daerah yang mendorong penguatan ekonomi berbasis potensi nagari.
”BUMDes harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Upaya seperti ini menunjukkan semangat kemandirian yang patut dicontoh oleh nagari lain di Pesisir Selatan,” ungkap Ferro.
Ia menambahkan, inovasi di sektor produktif seperti budidaya lele merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah nagari dan masyarakat. Ferro menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program, agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara luas.
”Keberhasilan BUMDes tidak hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari dampak sosial dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya lagi.
Ferro juga mendorong generasi muda nagari agar tidak ragu menekuni sektor perikanan. Menurutnya, bidang ini tak hanya membuka lapangan kerja baru, tetapi juga menumbuhkan kemandirian dan kreativitas ekonomi.
Sebagai bentuk dukungan, pihak kecamatan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah nagari untuk memperluas jaringan pemasaran hasil budidaya lele, baik di tingkat lokal maupun antar nagari. (*)
Editor : Eri Mardinal