Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pertanian-Perkebunan Disiapkan jadi Motor Ekonomi

Yoni Syafrizal • Sabtu, 18 April 2026 | 11:02 WIB
Camat Airpura Surmayenti (tiga dari kanan) menghadiri musyawarah pra kegiatan tahun anggaran 2026 di Kantor Wali Nagari Palokan Inderapura, Rabu (8/4). (DOK KECAMATAN AIRPURA)
Camat Airpura Surmayenti (tiga dari kanan) menghadiri musyawarah pra kegiatan tahun anggaran 2026 di Kantor Wali Nagari Palokan Inderapura, Rabu (8/4). (DOK KECAMATAN AIRPURA)

PADEK.JAWAPOS.COM - Nagari Palokan Inderapura, Kecamatan Airpura, Kabupaten Pesisir Selatan, mulai menyusun program prioritas pembangunan tahun anggaran 2026 melalui musyawarah pra kegiatan yang digelar di Kantor Wali Nagari setempat, Rabu (8/4).

Musyawarah tersebut dihadiri Camat Airpura Surmayenti, unsur forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimca), serta perwakilan masyarakat dan lembaga nagari.

Forum ini menjadi tahapan awal untuk menghimpun usulan dan menyelaraskan kebutuhan warga dengan rencana pembangunan nagari.

Surmayenti menjelaskan, musyawarah pra kegiatan merupakan bagian penting dalam proses perencanaan agar program yang disusun tepat sasaran dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

“Forum ini digunakan untuk menjaring aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskannya dengan arah pembangunan nagari tahun 2026,” ujarnya.

Ia menegaskan, keterlibatan berbagai unsur masyarakat sangat menentukan kualitas perencanaan. Partisipasi aktif dinilai mampu memastikan program yang dirancang tidak hanya administratif, tetapi juga menjawab persoalan di lapangan.

Dalam forum tersebut, sejumlah usulan dibahas, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan layanan sosial, hingga penguatan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Nagari Palokan Inderapura memiliki potensi cukup besar di sektor pertanian dan perkebunan. Komoditas utama yang berkembang antara lain padi, jagung, dan kelapa sawit yang menjadi sumber penghidupan warga.

Selain didukung kondisi lahan yang subur, ketersediaan sumber daya manusia juga dinilai menjadi modal penting dalam pengembangan sektor tersebut. Pemerintah kecamatan menilai, pengelolaan potensi secara terencana dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nagari.

“Jika dikelola optimal melalui perencanaan yang matang, sektor pertanian dan perkebunan bisa menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat,” kata Surmayenti.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pesisir Selatan, Mar Alamsyah, menilai musyawarah pra kegiatan sebagai langkah strategis dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah nagari, kecamatan, dan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas juga harus dijaga dalam pelaksanaan program.

“Perencanaan yang baik dimulai dari musyawarah yang melibatkan semua unsur, sehingga hasilnya benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap, hasil musyawarah tersebut dapat melahirkan program yang terukur, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nagari. (yon)

Editor : Adriyanto Syafril
#nagari