PADEK.JAWAPOS.COM - Pesona Desa Wisata Kotogadang, Kecamatan Ampekkoto, Kabupaten Agam, semakin mengukuhkan diri sebagai ikon pariwisata berbasis budaya di Sumatera Barat. Keunikan tradisi, keindahan alam, hingga kekuatan ekonomi kreatif yang tumbuh dari masyarakat menjadikan nagari ini tak sekadar destinasi, tetapi juga contoh keberhasilan pelestarian kearifan lokal.
Kunjungan kerja Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, bersama Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menjadi momentum penting untuk semakin mengangkat nama Kotogadang di kancah nasional. Turut hadir anggota DPD RI, Irman Gusman, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan desa wisata berbasis budaya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan menelusuri berbagai potensi unggulan Kotogadang yang telah lama dikenal luas, mulai dari kerajinan perak yang khas dan bernilai tinggi, hingga warisan budaya Minangkabau yang tetap terjaga di tengah modernisasi.
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa Kotogadang merupakan representasi kekuatan lokal yang mampu bersaing secara global. Menurutnya, desa ini memiliki daya tarik lengkap, baik dari sisi sejarah, budaya, maupun ekonomi kreatif yang tumbuh dari masyarakatnya sendiri.
“Kotogadang bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga ruang hidup budaya yang terus berkembang. Ini yang menjadi kekuatan utama kita,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi masyarakat dalam menjaga identitas budaya. Ia menilai Kotogadang sebagai model ideal desa wisata yang mampu mengintegrasikan pelestarian tradisi dengan penguatan ekonomi masyarakat.
“Kotogadang adalah contoh nyata bagaimana budaya tidak hanya dijaga, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi. Ini yang perlu direplikasi di daerah lain,” ungkapnya.
Prestasi Kotogadang semakin diperkuat dengan raihan juara II tingkat nasional pada ajang Wonderful Indonesia Award 2025 untuk kategori budaya. Capaian ini menjadi bukti bahwa desa wisata berbasis kearifan lokal mampu bersaing di tingkat nasional.
Dengan lanskap alam yang memikat, arsitektur khas Minangkabau, serta tradisi yang tetap hidup, Kotogadang kini menjelma sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menginspirasi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.
Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan semakin memperkuat posisi Kotogadang sebagai desa wisata berkelas dunia, sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap lestari di tengah arus globalisasi. (ptr)
Editor : Adriyanto Syafril