PADEK.JAWAPOS.COM -- Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) melaksanakan kegiatan bertajuk "Model Pemberdayaan Orang Tua untuk Pencegahan Kejahatan Seksual dan Infeksi Menular Seksual pada Komunitas Rentan Inklusif di Nagari Batagak" di Gedung SDN 16 Padang Kudo, Nagari Batagak, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Rabu (1/7).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan peran keluarga dalam melindungi anak dan remaja dari kekerasan seksual serta infeksi menular seksual (IMS).
Program ini dipimpin dr. Benny Alexander Maisa, M.Biomed bersama tim dosen yang terdiri atas Dr. dr. Zuhrah Taufiqa, M.Biomed., dr. Mimin Oktaviana, Sp.DVE., Agitia Kurniati Asrila, S.Psi., M.A., Arisul Mahdi, M.Pd., dr. Putri Embun Pagi, Sp.OG., dr. Rizki Saputra, Sp.THT-BKL., dan dr. Afriyeni Sri Rahmi, Sp.N. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa dari Program Studi Kedokteran, Kedokteran Hewan, Psikologi, dan Pendidikan Luar Biasa sebagai fasilitator. Hampir 100 peserta hadir, terdiri atas unsur pemerintah, tenaga kesehatan, kader, guru, tokoh masyarakat, orang tua, serta anak dan remaja.
Acara pengabdian ini disambut Wali Nagari Batagak dan diwakili Sekretaris Nagari Batagak, Ira Ernayanti, serta dilanjutkan sambutan oleh Sekretaris Camat Sungai Pua, Yusniarti, S.Sos, mewakili Camat Sungai Pua. Turut hadir Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Sungai Pua Ustad Sadri, Kepala Puskesmas Sungai Pua dr. Andi Suhendro, perwakilan BPKB Kecamatan Sungai Pua Linggar, Pendamping Program Keluarga Harapan Kecamatan Sungai Pua Saiful Hamid, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Sungai Pua Denandra Putra, pengurus TP PKK Kecamatan Sungai Pua Fauzal Asman, pengurus Bundo Kanduang Kecamatan Sungai Pua Nesia Oktavia, Kepala SDN 16 Padang Kudo, Kepala SDN 01, serta para Kepala Jorong Simpang, Sungai Buluah, dan Sawah Liek.
Dalam paparannya, dr. Benny Alexander Maisa, M.Biomed menekankan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama keluarga, sekolah, pemerintah nagari, dan masyarakat. Pada kesempatan tersebut diperkenalkan SAPA Nagari (Satu Aksi Peduli Anak Nagari) sebagai model kolaborasi lintas sektor serta diluncurkan Modul BASAMO (Bersama Anak, Satukan Aksi Melawan Kekerasan Seksual dan Optimalkan Nagari) sebagai panduan praktis bagi orang tua dalam menerapkan parenting protektif. Seluruh pemangku kepentingan juga menandatangani Deklarasi Bersama SAPA Nagari sebagai bentuk komitmen mewujudkan Nagari Batagak yang aman, inklusif, dan ramah anak.
Materi edukasi disampaikan oleh Tim Kedokteran dan Psikologi yakni Dr. dr. Zuhrah Taufiqa, M.Biomed., Cindy Rachma Yuniza, dan Lucky Iqra Ilhamda mengenai komunikasi protektif, pencegahan kekerasan seksual, kesehatan reproduksi, infeksi menular seksual (IMS), HIV/AIDS, keamanan digital, serta alur pelaporan apabila terjadi dugaan kekerasan seksual. Orang tua juga diperkenalkan dengan enam prinsip parenting protektif, keamanan digital, serta Kartu Deteksi Dini Risiko Anak untuk membantu mengenali tanda-tanda awal kekerasan seksual.
Pembelajaran dikemas secara interaktif melalui games edukatif tentang sentuhan aman (safe touch) dan sentuhan tidak aman (unsafe touch), sehingga peserta, terutama anak dan remaja, dapat memahami batasan tubuh, mengenali situasi berbahaya, serta berani mengatakan "tidak" dan melapor kepada orang dewasa yang dipercaya. Kegiatan semakin menarik melalui role play yang difasilitasi oleh tim Program Studi Psikologi Universitas Negeri Padang, yang melatih orang tua dan anak membangun komunikasi protektif serta menghadapi berbagai situasi yang berpotensi mengarah pada kekerasan seksual.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui pre-test, presentasi, diskusi, simulasi kasus, permainan edukatif, role play, dan post-test, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis dalam mencegah kekerasan seksual dan infeksi menular seksual di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme pelaporan kasus serta peran SATGAS SAPA Nagari sebagai penggerak perlindungan anak di tingkat nagari.
Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Padang berharap terbentuk sinergi antara keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, pemerintah nagari, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman, sehat, dan inklusif bagi anak dan remaja. Program ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) yang mendukung pencapaian SDGs 3, 4, 5, 16, dan 17, sekaligus sejalan dengan Asta Cita dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang sehat, berkarakter, dan berkualitas. (rel/juf)
Editor : Adriyanto Syafril