PADEK.JAWAPOS.COM - Menggeliatnya padel di Sumbar tidak lepas dari keberanian pelaku usaha membaca tren. Ridwan Sulaeman, 38, pemilik Muaro Padel, mengungkapkan ia mulai mengembangkan usaha ini sejak November 2025. Terinspirasi dari tren yang lebih dulu berkembang di Pulau Jawa.
“Kami lihat waktu itu lagi viral di Jawa. Kami coba bawa ke Padang dan melihat potensinya,” katanya pada Padang Ekspres, Kamis (23/4).
Untuk menghadirkan fasilitas tersebut, Ridwan mengaku menginvestasikan dana sekitar Rp 3 miliar untuk dua lapangan beserta fasilitas pendukungnya. Meski demikian, ia menyadari bahwa bisnis ini bukan untuk keuntungan instan.
“Kalau cepat balik modal, rasanya tidak. Mungkin satu sampai dua tahun baru terasa,” katanya.
Seiring waktu, tingkat okupansi lapangan menunjukkan tren positif. Pada hari kerja, lapangan mulai ramai sejak sore hingga malam hari, sementara akhir pekan hampir selalu penuh sejak pagi. Mayoritas pemain berasal dari kalangan pekerja kantoran dan wiraswasta segmen yang memang memiliki kebutuhan akan ruang relasi sosial.
Terkait anggapan bahwa padel adalah olahraga mahal, Ridwan menilai hal tersebut tidak sepenuhnya tepat. “Infrastruktur padel memang tidak murah, dari material sampai perawatan. Tapi yang ditawarkan juga bukan sekadar olahraga, melainkan pengalaman,” jelasnya.
Setidaknya, untuk Kota Padang sudah ada enam lapangan padel. Muhammad Rayhan, pengelola BPC Padang Basko Hotel pun menyampaikan padel kini telah menjadi sebuah life style.
“Hal itu terbukti dengan semakin banyak turnamen padel di kota Padang, kita saja baru selesai melaksanakan turnamen padel yang dihadiri 20 tim pria dan 16 tim wanita,” katanya.
Rayhan juga mengatakan perkembangan padel juga didukung dengan masuknya olahraga padel dalam eksebisi PON dan berpotensi menjadi cabor yang akan berkembang pesat. “Padel itu bisa dinikmati semua umur, anak-anak, pria maupun Wanita bisa bermain. Dibandingan dengan olahraga serupa banyak memerlukan Teknik yang tinggi Padel lebih bisa dinikmati semua umur,” ucapnya.Untuk lapangan Padel BPC Padang sendiri Rayhan mengatakan baru saja diresmikan April ini dan lansung berkembang. Selain itu ia juga menampik bahwasalnya padel adalah olahraga khusus orang berduit dan sebagainya
“Padel itu kolektif, satu lapangan kita sewakan Rp 400 ribu dengan total dua lapangan dan untuk penyewaan raket padel kita mulai dari Rp 50 ribu per sesi dengan kualitas premium, terkadang ada yang bermain 10 orang jadi mereka patungan untuk itu,” sebutnya.
Rayhan mengatakan untuk BPC sendiri rencana akan memperluas ekspansi lapangan ke Jakarta dan Pekanbaru. “Nantinya kami akan menyediakan fasilitas free gym. Selain itu kita juga ada fasilitas VIP serta café yang akan mendukung pelayanan masyarakat yang ingin bermain di BPC Padang,” tukasnya. (cr7/yud)
Editor : Adriyanto Syafril