Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ganda Jaga Tradisi, Gelar Istimewa Buat Jojo

Novitri Selvia • Senin, 30 Januari 2023 | 10:07 WIB
INGIN KONSISTEN: Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dalam laga kontra ganda Tiongkok He Ji Ting/Zhou Hao Dong pada final Indonesia Masters 2023 di Istora Senayan, Jakarta, kemarin.(HARITSAH ALMUDATSIR/JPG)
INGIN KONSISTEN: Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dalam laga kontra ganda Tiongkok He Ji Ting/Zhou Hao Dong pada final Indonesia Masters 2023 di Istora Senayan, Jakarta, kemarin.(HARITSAH ALMUDATSIR/JPG)
Ganda putra tanah air Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin melanjutkan tradisi juara wakil Merah Putih di Indonesia Masters. Sejak berlangsung pada 2010 dan memainkan 13 edisi, ganda putra tampil dominan dengan raihan gelar juara dalam 11 edisi.

Nah, gelar pada edisi tahun ini didapat LeoNil -sapaan akrab Leo/Daniel- usai mengandaskan perlawanan ganda Tiongkok He Ji Ting/Zhou Hao Dong. LeoNil menang dua game langsung (21-17, 21-16) saat berhadapan di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (29/1).

“Ya Akhirnya ganda putra meneruskan tradisi juara Indonesia Masters itu memotivasi kami ke depan untuk konsisten,” ujar Daniel pasca pertandingan.

Karena itu, sejak para seniornya berguguran di babak awal, dia merasa tidak terbebani. “Justru kami ingin membuktikan kalau kami bisa,” tandas Daniel. “Apalagi di turnamen sebelumnya hasilnya nggak baik. Buat evaluasi, berusaha coba terus gimana ceritanya buat menang dan memotivasi,” paparnya.

Leo menambahkan, kekuatan terbesar adalah sabar dan fokus mengumpulkan poin demi poin. “Dari start awal kami sudah fokus. Kalau bola belum sentuh lantai harus tetap fokus nyari satu poin sampai game selesai,” timpal Leo.

Sebagai pasangan yang merangkak di senior, Daniel menilai mereka sudah harus lebih dewasa. “Kalau main harus saling evaluasi. Kami kalau mau maju evaluasi terus. Kami lagi coba itu sih sekarang. Baru main lebih konsisten,” ujar Daniel.

Keduanya juga tak gentar untuk menargetkan tembus ke Olimpiade Paris 2024 meskipun banyak seniornya di Pelatnas saat ini. Namun, LeoNil punya modal yang lebih kuat untuk bersaing menuju Paris tahun depan.

Leo/Daniel saat ini merupakan salah satu pasangan termuda di pelatnas PBSI. Mereka sama-sama masih berusia 21 tahun. Meski termuda, tapi prestasi yang mereka raih lumayan cemerlang. Saat ini, Leo/Daniel telah mengoleksi dua gelar juara BWF World Tour.

Sebelum menjadi juara Indonesia Masters 2023, pasangan berjulukan The Babies itu lebih dulu meraih gelar di ajang Singapore Open 2022. “Kans untuk Olimpik semua ada. Siapa yang bagus tiap pertandingan itu yang main (di Olimpiade). Kami coba teruslah siapa tahu masuk (Olimpiade,” kata Daniel lalu tersenyum.

Selain dari ganda putra, Indonesia juga menang di sektor tunggal putra. Yakni lewat Jonatan Christie. Gelar juara Indonesia Masters 2023 tersebut sangat berarti bagi pebulutangkis yang akrab disapa Jojo ini. Dia menjadi jawara setelah menaklukkan rekan senegaranya, Chico Aura Dwi Wardoyo, dua game langsung (21-15, 21-11).

Ya, Jojo akhirnya kembali juara di hadapan publik Istora Senayan, Jakarta. Kali terakhir dia menduduki podium tertinggi di Istora pada Asian Games 2018. Gelar tersebut juga membuat namanya tercatat sebagai orang ketujuh di tunggal putra tanah air yang memenangkan Indonesia Masters.

Juara sebelumnya adalah Taufik Hidayat (2010), Dionysius Hayom Rumbaka (2011), Sony Dwi Kuncoro (2012), Simon Santoso (2013), Tomy Sugiarto (2015), dan Anthony Ginting (2018 dan 2020). Selain itu, ini merupakan gelar super 500 pertamanya yang ditunggu cukup lama.

“Beberapa tahun saya bersama coach Irwansyah gagal, coba lagi, dan seterusnya,” ungkap Jojo. Ya, Jojo mengaku begitu kesulitan untuk meraih juara di level super 300 ke atas pasca memenangkan Asian Games 2018.

“Itu salah satu tantangan buat saya. Tetapi, ada satu yang saya percaya bahwa setiap orang ada takdirnya masing-masing. Ada yang masih muda bisa juara semua dan sebaliknya,” katanya.

Menurut Jojo, berkat arahan pelatih, dia bisa menunjukkan permainan terbaik hingga menciptakan all Indonesian final. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir juga prestasi tidak maksimal.

“Selama ini sudah kerja keras, tapi hasilnya belum diizinkan Tuhan. Tetapi, di momen ini kami bisa ciptakan lagi all Indonesian final setelah 15 tahun, jadi ini buah kerja keras dari tim yang sudah berusaha tiap hari,” imbuhnya.

Karena itu, pasca pertandingan, Jojo juga memiliki pesan ke Chico. “Saya bilang ke dia, kita sudah lakukan yang terbaik di minggu ini, sudah berakhir. Kita push lagi untuk pertandingan berikutnya,” ujarnya.

Chico juga tidak bisa membendung air matanya bisa bermain di final. “Bersyukur bisa menciptakan all Indonesian final di Istora. Terima kasih coach atas bimbingannya,” kata pemain asal Papua tersebut. (raf/bas/c17/jpg) Editor : Novitri Selvia
#indonesia masters #pelatnas pbsi #leo rolly carnando/daniel marthin #pelatnas