Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Permintaan Bensin dan Avtur Naik Sepanjang Mudik

Novitri Selvia • Selasa, 11 April 2023 | 10:27 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. (jawapos.com)
Menteri BUMN Erick Thohir. (jawapos.com)
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memprediksi akan terjadi peningkatan permintaan harian BBM selama hari raya Idul Fitri 2023.

“Untuk gasolin (prediksi) meningkat kurang lebih 10,3 persen, avtur meningkat kurang lebih 7,3 persen, sedangkan Kerosin diperkirakan turun 1,4 persen dan gas oil turun 8,7 persen,” ujar Kepala BPH Migas Erika Retnowati.

BPH Migas dan Pertamina menyiagakan 114 terminal BBM, 7.491 SPBU, dan 68 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) selama Ramadhan dan Lebaran 2023. BPH Migas juga menyediakan fasilitas tambahan di wilayah-wilayah dengan permintaan (demand) yang tinggi.

Secara umum, kondisi ketahanan stok BBM aman baik gasolin maupun gas oil dengan ketahanan stok di atas 16 hari. BPH Migas dan Pertamina juga menyediakan 23 terminal elpiji, 667 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan 5.471 agen Elpiji dengan kondisi stok LPG nasional aman. “Coverage day LPG nasional berkisar antara 15 sampai 17 hari,” ujarnya.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memastikan PLN mengoperasikan 616 SPKLU di 237 lokasi di Indonesia. Diantaranya terletak pada rest area jalan tol di jalur mudik yakni di sembilan titik di Tol Trans Jawa, dan enam titik di Tol Trans Sumatera.

SPKLU ini didukung dengan tiga jenis pengisian daya yang siap beroperasi secara optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, di antaranya jenis medium charging, fast charging, hingga ultra fast charging.

“Untuk rest area kami memasang SPKLU fast charging dan ada beberapa yang sudah ultra fast charging. Kalau ultra fast charging hanya sekitar 15 menit untuk baterai sampai penuh. Untuk rest area memang spesifikasinya agak yang jauh lebih cepat dibanding yang lain,” jelas Darmawan.

Masyarakat bisa mengecek lokasi SPKLU terdekat melalui aplikasi PLN Mobile. Kemudian memilih fitur electric vehicle, lalu pilih SPKLU. PLN Mobile akan menampilkan sejumlah SPKLU yang terdekat dan aktif dengan lokasi pengguna mobil listrik.

Terpisah, Menteri BUMN Erick Tohir kemarin ke Kantor Staf Presiden (KSP) guna bertemu Kepala KSP Moeldoko. Dalam kesempatan itu mereka membicarakan transisi energi baru terbarukan. Dalam kesempatan itu, dia menyinggung soal mudik.

Menurutnya jumlah pemudik yang mencapai 123 juta atau anak 43 juta di tahun ini menyebabkan lonjakan kenaikan konsumsi BBM. “Suka tidak suka, kalau tidak mau impor BBM lebih besar maka harus mulai berpenetrasi dengan adanya mobil listrik atau bio ethanol,” kata Erick saat ditemui seusai pertemuan.

Menurut Erick impor BBM ini masih diperlukan. Tidak hanya untuk kendaraan tapi juga petrochemical. Sementara untuk transisi ke kendaraan listrik, pemerintah masih terus melakukan persiapan.

Misalnya mengembangkan EV Baterai yang beberapa waktu lalu dibahas di Korea maupun Tiongkok. “Prinsipnya tentu transisi energi ini harus sesuai dengan blueprint-nya kita, bukan blueprint negara lain,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Erick juga menyatakan bahwa dia telah mengecek ketersediaan BBM maupun sarana mudik. Menurutnya, semua dalam kondisi aman. “Akan siapkan fasilitas tidak hanya kuota (BBM) tapi juga ada motor membawa dirigen, ada pengisian BBM yang bisa pindah-pindah,” ujarnya.

Yang perlu diperhatikan lagi adalah mendorong masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan pribadi. Operator kereta api maupun pesawat, menurut Erick, telah didorong untuk mengembangkan layanan yang nyaman.

Kementerian BUMN yang menaungi beberapa perusahaan transportasi juga menyiapkan pelabuhan cadangan. Belajar dari tahun lalu, antusiasme angkutan penyeberangan cukup baik dengan peningkatan hingga lebih dari 100 persen dibanding hari biasa. “Itu justru kendaraan logistik untuk bahan industri,” ungkapnya.

Antisipasi Cuaca

Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, mengimbau para pemudik untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan selama arus mudik dan balik. Pasalnya, BMKG memprakirakan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah sepanjang masa Angkutan Lebaran 2023.

Selama periode 15-21 April, dikatakan Dwikorita, potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi beberapa daerah. Diantaranya Jawa Barat. Kemudian, daerah lainnya yang juga perlu meningkatkan kewaspadaan yakni Banten, Jabodetabek, dan Yogyakarta. Termasuk Jawa Timur.

“Untuk periode 22-28 April, daerah potensi hujan lebat masih relatif sama. Namun, untuk periode 29 April-5 Mei atau periode arus balik, di antaranya meliputi sebagian Kalimantan dan Sulawesi,” jelasnya.

Dijelaskan Dwikorita, saat ini Indonesia tengah memasuki masa peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau. Sehingga potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. Sebelumnya, pihaknya juga telah memprediksi musim kemarau akan lebih awal terjadi pada April. Di antaranya meliputi wilayah Bali dan sebagian besar Jawa Timur.

“Saat peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau arah angin bertiup sangat bervariasi. Sehingga mengakibatkan kondisi cuaca bisa dengan tiba-tiba berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya,” terangnya.

Namun, secara umum, lanjut dia, biasanya cuaca di pagi hari cerah, kemudian siang hari mulai tumbuh awan, dan hujan menjelang sore hari atau malam. Selain itu, awan Cumulonimbus (CB) biasanya tumbuh di saat pagi menjelang siang. Namun, menjelang sore hari, awan itu akan berubah menjadi gelap yang kemudian dapat menyebabkan hujan, petir, dan angin.

“Kondisi ini juga yang menjadi salah satu pemicu bencana hidrometeorologi basah. Maka dari itu kami mengimbau kepada seluruh pemudik, penyedia jasa transportasi, dan operator transportasi untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem selama arus mudik,” ungkapnya.

Selama periode libur mudik Lebaran, ditambahkan Dwikorita, BMKG akan menyiagakan posko nasional dan daerah untuk memantau kondisi cuaca terkini. Selain itu, 190 stasiun BMKG yang dilengkapi dengan 40 radar cuaca di seluruh wilayah di Indonesia juga akan disiagakan.

Sementara itu, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab mengharapkan masyarakat untuk secara aktif melihat informasi dan kondisi cuaca terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan.

Mengingat dinamika atmosfer di Indonesia sangat dinamis dan cepat berubah. Dia pun mengimbau kepada pemudik untuk tidak memaksakan diri melakukan perjalanan jika kondisi cuaca sedang buruk.

“Jika dirasa tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan sebaiknya ditunda sampai menunggu cuaca kembali normal. Terutama para pemudik jalur darat dan juga laut,” tuturnya. (dee/wan/idr/gih/lyn/mia/jpg) Editor : Novitri Selvia
#avtur #bensin #erick tohir #Erika Retnowati #bph migas #gasolin