Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Cegah Vakum, Prabowo Geber Pakar: PBNU Tegaskan Sikap Siap Membantu Pemerintah

Novitri Selvia • Senin, 29 April 2024 | 13:36 WIB

KAWAL AGENDA: Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Gedung PBNU, Jakarta, kemarin.(M ALI/JPG)
KAWAL AGENDA: Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Gedung PBNU, Jakarta, kemarin.(M ALI/JPG)
Pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menghadiri halal bi halal di kantor PBNU kemarin (28/4).

Prabowo menyampaikan sudah mulai mengumpulkan para ahli untuk berdiskusi soal pembangunan bangsa. Sementara PBNU menegaskan siap membantu pemerintah menjalankan program-program kemasyarakatan.

Pada kesempatan itu, Gibran datang lebih dahulu. Beberapa saat kemudian, Prabowo turut bergabung. Pejabat lain yang hadir dalam halal bi halal itu diantaranya Menag Yaqut Cholil Qoumas, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Kemudian Menkominfo Budi Arie Setiadi, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, dan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Prabowo menegaskan, pemerintahannya nanti menjadikan program Presiden Joko Widodo sebagai pondasi yang kuat.

“Kami akan membangun di atas pondasi itu,” katanya. Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan semangat keberlanjutan. Sebab sejumlah investasi dari uang rakyat yang sudah digulirkan sekian besar, harus diamankan keberlanjutannya.

Meskipun begitu Prabowo menegaskan tetap perlu ada perbaikan. Selain itu juga tetap perlu ada inisiatif dan inovasi mencari solusi pembangunan kesejahteraan yang lebih cepat dirasakan hasilnya oleh masyarakat.

Pada kesempatan itu Prabowo tidak ingin mengulangi menyampaikan program-program kerjanya. Prabowo bersama Gibran, menggunakan sisa waktu sampai pelantikan nanti untuk mempelajari masalah-masalah bangsa.

“Masalah kami kumpulkan. Para pakar kami (ajak) diskusi. Semua unsur kami (ajak) rumuskan langkah-langkah,” katanya. Sehingga setelah 20 Oktober 2024 nanti, yaitu saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden baru, tidak ada kevakuman.

Pemerintah yang baru akan langsung bekerja. Prabowo menekan tidak boleh ada waktu yang terbuang. Pada kesempatan itu Prabowo juga menyinggung kedekatannya dengan Jokowi setelah Pilpres. “Kemarin-kemarin saya masih dipanggil Menhan (oleh Jokowi). Sekarang sudah lebih akrab, dipanggil mas Bowo,” katanya.

Prabowo mengatakan dia juga mendapatkan arahan dari Jokowi untuk beberapa pertemuan. Seperti kunjungannya ke Jepang, Tiongkok, dan sebentar lagi ke wilayah Timur Tengah. Prabowo tidak ketinggalan menyampaikan terima kasih atas dukungan dari NU.

Dia mengatakan masalah bangsa Indonesia tidak bisa diselesaikan oleh dirinya dan Gibran saja. Tetapi juga membutuhkan dukungan elemen bangsa, termasuk diantaranya NU.  Baginya NU adalah kekuatan ormas Islam yang moderat, inklusif, dan memegang teguh semangat rahmatan lil alamin.

Sementara itu, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan posisi PBNU pada pemerintahan selanjutnya. “NU sejak awal bersama Presiden Joko Widodo dari awal sampai akhir,” katanya.

Karena NU ingin memastikan agenda pemerintahan untuk kemasalahan rakyat, sungguh-sungguh sampai kepada rakyat. Mulai dari urusan ketahanan keluarga, pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan aspek sosial lainnya.

“Ke depan Nahdlatul Ulama tidak akan pernah tidak bersama-sama dengan pemerintahan presiden yang akan datang, Pak Prabowo dan Mas Gibran,” jelasnya.

Dia menekankan posisi NU itu memang soal politik. Tetapi dia menegaskan bahwa motivasi yang dipegang NU adalah memastikan program kemaslahatan rakyat. Gus Yahya mengatakan jajaran PBNU sampai tingkat ranting, siap mengawal program pemerintah. Diantaranya program Gerakan Keluarga Maslahat NU yang berujung pembentukan satuan tugas (satgas) tersendiri.

Belum Susun Kabinet

Sementara itu, Partai Gerindra menegaskan, presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka belum mulai menyusun kabinet.

Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, saat ini Prabowo masih fokus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak untuk menjalin kerja sama dan menjaga persatuan bangsa.

Prabowo dan tim, kata Dasco, masih melakukan kajian terkait kementerian-kementerian dan melihat berbagai portofolio tokoh yang ada. “Jadi, proses penyusunan kabinet belum dimulai. Komunikasi masih terus dilakukan,” terang Wakil Ketua DPR RI itu.

Soal draf susunan kabinet Prabowo-Gibran yang banyak beredar di media sosial, Dasco menegaskan itu tidak ada yang benar. Dia meminta para pendukung Prabowo-Gibran dan masyarakat umum agar tidak bingung dengan draf susunan kabinet yang benar, karena sampai saat ini pihaknya tidak pernah menyebar susunan kabinet.

“Tidak ada satu pun versi yang benar,” tegas Dasco. Ia mengatakan, susunan kabinet yang beredar di media sosial merupakan bentuk aspirasi dari masyarakat. Dia tidak mengetahui siapa yang mengeluarkan dan menyebar susunan calon pembantu Prabowo-Gibran.

Menurutnya, terlalu dini jika susunan kabinet dikeluarkan saat ini. Sebab, Prabowo masih melakukan komunikasi dan kajian. Terpisah, PAN mulai melakukan komunikasi dengan Prabowo Subianto dalam penyusunan kabinet.

Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto mengatakan, partainya memberikan mandat kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk berkomunikasi dengan Prabowo terkait susunan kabinet dan jatah menteri untuk PAN dalam pemerintahan yang baru nanti.

Namun, dia tidak mengetahui berapa menteri dan menteri apa saja yang akan diberikan kepada PAN. “Secara pasti, saya nggak tahu berapa menteri yang diberikan Prabowo kepada PAN. Itu bukan kapasitas saya menjawab, karena kami sudah memberikan mandat penuh kepada Bang Zul sebagai ketua umum PAN, termasuk menteri apa kita juga nggak tahu,” jelasnya.

Tapi pada prinsipnya, PAN siap untuk membantu Prabowo lahir batin. PAN sudah tiga kali mendukung Prabowo. Pada Pemilu 2024, Prabowo akhirnya berhasil memenangkan kontestasi dan menjadi capres terpilih. “Alhamdulillah kali ini menang. Tiga kali itu artinya PAN sudah paham betul, chemistry-nya tuh sudah ada dengan Pak Prabowo,” terangnya.

Yandri menegaskan, penyusunan kabinet adalah hak prerogatif Prabowo. PAN sebagai mitra koalisi hanya menjalin komunikasi dalam penyusunan kabinet.

Yang jelas, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Ketum Zulhas untuk melakukan komunikasi. Mengenai posisi menteri dan berapa menteri, lanjut Yandri, pada prinsipnya PAN siap mengirimkan kader-kader terbaiknya untuk masuk kabinet.

“Ketika Pak Prabowo ke rumah PAN, waktu buka puasa 21 Maret, Bang Zul sudah menyebutkan beberapa nama walaupun itu sekali lagi kita serahkan kepada Bang Zul untuk mengomunikasikan dengan Pak Prabowo,” tegas Wakil Ketua MPR RI itu.

Soal partai politik dari koalisi lain yang kemungkinan akan bergabung dengan Prabowo, Yandri mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo sebagai pimpinan koalisi dan presiden terpilih untuk memutuskan. (wan/lum/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#presiden terpilih #prabowo subianto #pbnu #gibran rakabuming raka