Kegiatan yang diinisiasi dosen SKSG UI Dr. Eko Daryanto, M.Si, MMT dan Dr. Margaretha Hanita, M.Si ini, bertujuan memberikan sosialisasi dan penguatan literasi digital kepada anak-anak muda.
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 150 anak yatim piatu atau terlantar di SOS Children’s Village Cibubur ini, memberikan dasar-dasar kecakapan digital, tips menjaga keamanan data pribadi di internet, dan keamanan siber dengan cara yang sederhana namun efektif.
Anak-anak dan remaja yang ternyata juga sangat aktif menggunakan internet untuk sekolah dan bersosialisasi tersebut, juga diajarkan kewaspadaan menjaga jejak digital agar tidak membagi konten-konten buruk di media sosial.
"Hal ini dilakukan dengan harapan masa depan mereka bisa lebih baik," kata Eko.
Eko menjelaskan, di era digital saat ini, anak muda menjadi target sekaligus aset penting. Namun, mereka juga rentan terhadap berbagai masalah disrupsi digital, termasuk kejahatan siber.
Hal ini dibuktikan dengan data The Global Risk Report 2024 dari World Economic Forum yang menunjukkan bahwa serangan siber dan kecerdasan buatan menjadi risiko global tertinggi dan melibatkan anak-anak hingga remaja.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan anak muda di era digital,” ujar Dr. Eko.
Ketahanan ini mencakup kekuatan mental, emosional, fisik, dan sosial. Anak muda yang memiliki ketahanan yang baik akan lebih mampu mengatasi berbagai masalah dan meningkatkan kualitas hidupnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan sangat interaktif dan penuh keceriaan. Semua anak-anak terlibat aktif mengikuti sosialisasi dan kuis.
Para dosen dan mahasiswa SKSG yang terlibat mengajak anak-anak lomba menciptakan password yang paling unik dan aman untuk email dan media sosial mereka.
Acara ditutup dengan yel-yel menarik dengan janji untuk menjadi anak tangguh di era digital.
"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen SKSG UI dalam mewujudkan Indonesia Emas, di mana anak muda memiliki peran penting dalam membangun bangsa," kata Margaretha.(*)