Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mengenang Mantan Wakil Presiden Hamzah Haz (1940-2024), Tekun Menulis dan Pimpinan Partai Oposisi yang Loyal

Novitri Selvia • Kamis, 25 Juli 2024 | 16:10 WIB

PENJAGA APBN: Jenazah almarhum Wakil Presiden ke-9 Hamzah Haz diusung pasukan militer untuk di makamkan dari Jalan Tegalan, Matraman, Jakarta, Rabu (24/7). (FEDRIK TARIGAN/JPG)
PENJAGA APBN: Jenazah almarhum Wakil Presiden ke-9 Hamzah Haz diusung pasukan militer untuk di makamkan dari Jalan Tegalan, Matraman, Jakarta, Rabu (24/7). (FEDRIK TARIGAN/JPG)

PADEK.JAWAPOS.COM-Indonesia kembali ditinggal tokoh bangsa. Wakil Presiden ke-9 Hamzah Haz dinyatakan wafat, setelah sebelumnya terjatuh ketika akan menunaikan salat duha. Mantan pendamping Presiden Megawati Soekarnoputri itu kemudian dinyatakan wafat kemarin (24/7) pagi, di usia 84 tahun. Beberapa kenangan disampaikan untuk mengenang sosok politisi PPP itu.

Rektor Universitas Paramadina Didik Rachbini memandang, sosok Hamzah Haz sebagai penjaga APBN pada medio 1990-2000-an. “Tidak ada politisi yang tekun seperti Hamzah Haz dalam menulis masalah politik APBN ini di media massa pada akhir 1980-an dan tahun 1990-an. Tidak hanya menulis tetapi menekuninya dalam praktek kenegaraan dalam pembahasan-pembahasan di DPR di mana ia sekaligus sebagai pimpinan partai oposisi yang loyal,” ujar Didik.

Dia mencontohkan dengan krisis APBN 20 tahun yang lalu. Dalam kondisi itu, Hamzah turun gunung untuk ikut menyelesaikannya. “Pada pertengahan tahun 2000-an atau 2005 pro kontra kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memuncak dan bisa mengarah ke krisis politiik,” imbuhnya. Ekonom senior itu melanjutkan, Hamzah yang juga menjadi Ketua Umum PPP, terlibat langsung dalam lobi-lobi untuk mengatasi krisis APBN sekaligus potensi krisis politik.

Didik menyebut, subsidi kepada barang adalah pemborosan dan harus diganti menjadi subsidi kepada orang. Sosok Hamzah disebutnya ikut mendinginkan suasana dan meskipun tidak populer kemudian menyetujui kenaikan harga BBM dengan alasan kenaikan tersebut sebagai pilihan rasional. Kepergian Hamzah disebut Didik sebagai kehilangan figur penting dalam menjaga APBN.

“Tidak ada lagi penjaga APBN seperti Hamzah Haz. APBN rusak pada sisi penerimaan, sekaligus lebih rusak pada sisi pengeluarannya. Selain rusak karena kesalahan politik dan kebijakan di pusat, APBN juga menjadi target korupsi dan bancakan yang masif di banyak daerah kabupaten/kota, provinsi serta di banyak kementrian dan lembaga negara,” tutur Didik.

Ucapan duka juga datang dari Presiden Joko Widodo yang datang langsung ke rumah duka. “Atas nama pemerintah, atas nama bangsa dan rakyat Indonesia, kami ikut berdukacita yang mendalam,” kata Jokowi seusai kunjungan. Jokowi mengenang almarhum sebagai seorang negarawan yang telah memberikan pengabdian yang besar bagi bangsa dan negara.

Pengabdian tersebut tidak hanya selama masa jabatannya sebagai wakil presiden, tetapi juga melalui berbagai peran penting lainnya yang telah almarhum jalankan selama hidupnya. “Beliau adalah seorang negarawan yang telah mengabdi untuk bangsa dan negara,” ungkapnya.

Jenazah almarhum Hamzah Haz dimakamkan di makam keluarga di Kabupaten Bogor. Jokowi tiba di rumah duka sekitar pukul 13.15. Saat bertakziah, Kepala Negara turut melaksanakan salat jenazah.

Terpisah Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan bela sungkawanya yang mendalam atas berpulangnya Wakil Presiden ke-9. Moeldoko menilai Hamzah Haz merupakan seorang tokoh nasional yang telah banyak berkontribusi bagi bangsa dan negara. “Hamzah Haz adalah sosok yang gigih berjuang untuk kepentingan rakyat, dan komitmennya terhadap demokrasi patut dicontoh,” ungkapnya.

Moeldoko juga menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. “Semoga arwah almarhum diterima di sisi-Nya dan mendapatkan tempat terbaik di surga,” bebernya.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto menjadi inspektur upacara pemakaman Hamzah Haz. Wakil Presiden Indonesia ke-9 itu dimakamkan secara militer di Bogor, Jawa Barat. Hadi menyebut, Hamzah Haz merupakan sosok negarawan yang sudah mengabdikan diri untuk bangsa dan negara. “Kita merasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhum, terlebih-lebih bagi keluarga yang ditinggalkan,” ungkap dia.

Mantan Panglima TNI itu menyebutkan, upacara pemakaman secara militer merupakan penghormatan Pemerintah dan TNI kepada almarhum. “Upacara kebesaran kenegaraan ini dilaksanakan sebagai penghormatan dan penghargaan atas jasa, dharma bakti, serta pengabdian almarhum kepada negara dan bangsa semasa hidupnya,” terang Hadi. Mewakili pemerintah, dia juga menyampaikan belasungkawa yang dalam.

Tokoh Islam yang Baik Di bagian lain rasa kehilangan terhadap sosok Hamzah Haz juga disampaikan mantan Wakil M. Jusuf Kalla (JK). Dia mengatakan semua pihak mengucapkan belasungkawa atas berpulangnya ke rahmatullah almarhum Hamzah Haz. Penerus langsung Hamzah Haz sebagai Wakil Presiden itu mengatakan, Hamzah Haz adalah tokoh sangat penting yang dimiliki bangsa ini.

Bagi JK, Hamzah Haz adalah sosok yang menemnpati banyak posisi penting, temasuk sebagai ketua di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). “Beliau juga membaktikan dirinya sebagai politisi, cendekiawan, dan juga tokoh Islam yang baik,” tegas JK

Untuk itu JK mengajak masyarakat Indonesia untuk mendoakan Hamzah Haz. “Semoga almarhum diberikan tempat teraik disisi-Nya sesuai dengan amal ibadahnya. Al fatihah,” katanya. Seperti diketahui Hamzah Haz meninggal dunia pada jam 09.30 WIB di Klinik Tegalan. Setelah disalatkan di Masjid yang dibangun Hamzah Haz di Bogor, jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga juga di Bogor. (dee/lyn/syn/wan/jpg)

 

Editor : Novitri Selvia
#joko widodo #hadi tjahjanto #Mantan Wakil Presiden Indonesia berpulang #Didik Rachbini #m jusuf kalla #hamzah haz #moeldoko