PADEK.JAWAPOS.COM-NAMA-nama yang mencuat untuk menjadi menteri dan wakil menteri dari pemerintahan Prabowo-Gibran dalam beberapa hari terakhir, mengisyaratkan adanya keberlanjutan dari Jokowi ke Prabowo.
Artinya transisi politik Jokowi ke Prabowo itu mulus karena kebijakan-kebijakan yang akan dilakukan Prabowo mendekati Jokowi. Makanya orang-orang yang dipilih adalah kalangan yang dekat dengan Jokowi.
Hal tersebut diungkapkan pengamat politik Arifki Chaniago kepada Padang Eskpres kemarin. “Meski ada tambahan dari luar, memperlihatkan Prabowo masih konsern terhadap para kalangan profesional bahkan partai PKB juga diberi ruang,” ucapnya.
Terkait dengan beberapa sosok artis yang juga ikut serta dipanggil, dia berpendapat bahwa mereka juga dikatakan ahli di bidangnya.
“Jika memang ini terkait persoalan kesenian dan sebagainya tentu sah-sah saja. Karena mereka paham mengenai hal itu. Kecuali mereka ditempatkan di bidang ekonomi atau industri dan sebagainya,” sebut dia.
Tentu, sambung Arifki, keterlibatan mereka nantinya menjadi menteri atau wamen akan memberikan warna dinamika politik dan kontribusi mereka dalam industri seni itu sendiri.
Menurut dia, banyaknya pos menteri yang bakal dibentuk, diharapkan kerja dari pemerintah akan lebih maksimal.
“Jangan sampai birokrasinya makin lama, mudah-mudahan dengan semakin banyak menterinya dan menjabat di bagian yang semakin khusus akan segera terakomodir dengan baik,” katanya.
Sementara itu pengamat politik Unand Asrinaldi menilai, nama-nama yang mendapat panggilan Prabowo tidak seperti yang dijanjikan oleh Prabowo sebelumnya. Di mana ia berencana membangun kabinet dengan banyak diisi oleh para profesional dan ahli di bidangnya.
“Ada beberapa ketegori di mana partai politik menempatkan kader-kader mereka. Saya pikir itu tidak ada persoalan. Namun jumlahnya cukup banyak. Tapi kita berharap kabinet Zaken yang ingin diwujudkan Prabowo itu bisa terwujud. Namun nampak jauh karena politik akomodatif itu masih dilakukan,” ucapnya.
Asrinaldi melihat banyaknya hadir menteri dari rezim Jokowi seperti mengambarkan masih adanya pengaruh Jokowi dalam pemerintahan Prabowo ke depannya.
“Apa makna mengakomodir tersebut, apakah representasi dari Gibran atau bagaimana? Lalu untuk melihat profesional dari mereka yang hadir, jumlahnya masih cukup sedikit. Kita berharap janji untuk menjadikan kabinet Zaken diwujudkan,” tekannya.
Kemudian, masuknya beberapa nama artis seperti Raffi Ahmad, sudah jelas karena ia juga memiliki pengaruh dalam memenangkan Prabowo. Itu merupakan janji-janji dan bagi-bagi jabatan.
“Jika ini terjadi saya mengkhawatirkan bahwa pemerintahan ini tidak jauh berbeda dari pemerintahan sebelumnya. Inilah tantangan Prabowo sebagai orang yang mempunyai kekuasaan terhadap mentrinya,” tuturnya.
Selain itu Asrinaldi mengharapkan agar 50 persen komposisi dari kabinet prabowo adalah para profesional dan ahli. Sehingga dapat mewujudkan kabinet Zaken yang sebenarnya.
Butuh Ketegasan
Di sisi lain, pengamat ekonomi Syafruddin Karimi berharap bahwa dengan adanya ketegasan Prabowo Subianto tentu para menterinya untuk bekerja maksimal.
“Susunan kabinet (yang akan disusun) Prabowo Subianto memberi harapan besar bagi perbaikan ekonomi Indonesia ke depan. Prabowo dikenal sebagai sosok yang tegas dan memiliki visi yang jelas tentang arah pembangunan ekonomi Indonesia,” jelas akademisi dari Unand tersebut.
Dengan memilih menteri-menteri yang kompeten dan berintegritas, sambung dia, kabinet ini diharapkan mampu mengatasi tantangan yang dihadapi negara. Seperti ketimpangan ekonomi, pengangguran, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
“Prabowo diprediksi akan mengedepankan sektor-sektor strategis seperti pertanian, manufaktur, dan teknologi untuk mempercepat transformasi ekonomi. Kabinetnya diperkirakan akan diisi oleh para ahli yang mampu mendorong reformasi birokrasi dan menciptakan iklim investasi yang kondusif,” ujarnya lagi.
Dengan fokus pada pembangunan infrastruktur, penguatan industri dalam negeri, dan kebijakan pro-rakyat, kabinet ini diharapkan dapat memperbaiki daya saing Indonesia di kancah global serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun, menurutnya, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, serta masalah internal seperti korupsi dan inefisiensi birokrasi akan menjadi hambatan utama.
“Meski demikian, dengan gaya kepemimpinan yang tegas, Prabowo diyakini akan mampu menerapkan kebijakan-kebijakan yang diperlukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Kemampuannya dalam mengambil keputusan strategis dan membentuk tim kerja yang solid akan menjadi kunci untuk mengatasi tantangan tersebut,” ungkapnya.
Ia berharap besar ada pada ketegasan Prabowo dalam mengimplementasikan visinya. Serta komitmen kabinetnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
”Dengan kombinasi kebijakan yang tepat, pemerintahan yang efektif, dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, masa depan ekonomi Indonesia diyakini akan lebih baik di bawah kepemimpinan Prabowo,” ujarnya lagi. (yud/shy)
Editor : Novitri Selvia