Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Komentar Airlangga, Sri Mulyani hingga Raffi Ahmad Usai Retreat Kabinet Merah Putih di Akmil Magelang

Heri Sugiarto • Senin, 28 Oktober 2024 | 09:42 WIB

Setelah berlangsung selama tiga hari, Retreat Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, resmi berakhir pada Minggu, 27 Oktober 2024. (Foto: FB Sri Mulyani)
Setelah berlangsung selama tiga hari, Retreat Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, resmi berakhir pada Minggu, 27 Oktober 2024. (Foto: FB Sri Mulyani)
PADEK.JAWAPOS.COM-Setelah berlangsung selama tiga hari, Retreat Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, resmi berakhir pada Minggu, 27 Oktober 2024.

Retreat di Akmil Magelang ini tidak hanya menjadi momen berharga bagi jajaran Kabinet Merah Putih, namun juga membawa kesan mendalam bagi masyarakat yang menyaksikan langsung para pemimpin bangsa di tanah Lembah Tidar.

Di hari terakhir, seluruh jajaran kabinet, termasuk Presiden Prabowo Subianto, mengawali pagi dengan olahraga senam bersama mengenakan seragam training berwarna biru.

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan berbagai aktivitas olahraga mandiri, seperti voli, futsal, lari, yoga, dan pendakian ke Gunung Tidar yang penuh nilai sejarah dan spiritual.

Dalam unggahan di media sosialnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menceritakan pengalaman mendaki Gunung Tidar yang dimulai dengan latihan peregangan pukul 05.00 pagi. 

Menurutnya, gunung setinggi 503 meter di atas permukaan laut ini dikenal sebagai “Pakunya Jawa” atau pusat Pulau Jawa, dan sering dianggap sebagai penyangga stabilitas tanah Jawa.

Suasana alami dan asri Gunung Tidar membuat pendakian terasa spesial bagi para menteri.

“Para Menteri yang siap secara fisik dan berminat diajak naik Gunung Tidar. Untuk yang lebih muda seperti Mas Agus Yudhoyono, waktu tempuh kurang dari 20 menit—luar biasa! Saya berhenti di spot untuk ambil napas sambil foto,” tulis Sri Mulyani, menambahkan bahwa pendakian tersebut menjadi kesempatan memupuk kebersamaan dalam Kabinet Merah Putih.

Dijelaskannya, Gunung Tidar memang istimewa bagi taruna dan para jenderal TNI yang bersekolah di Akmil. Hal itu diceritakan pada Sri Mulyani.

Dalam pendidikan militer, taruna diwajibkan mendaki gunung ini dan bahkan seringkali dihukum jika melakukan kesalahan dengan membawa bendera pada subuh hari ke puncak sebagai bentuk disiplin dan latihan mental. Itu dilakukan 10 hari berturut-turut.

"Wah, sebuah latihan disiplin dan mental baja yang hebat dan bagus," kata Sri.

Dalam kegiatan dua hari sebelumnya, Sri menyampaikan banyak pembahasan pembekalan berkaitan dengan keuangan negara dan APBN.

Ia juga memberikan materi mengenai APBN 2024 dan APBN 2025 yang akan dijalankan oleh para menteri dan wamen serta kepala lembaga Kabinet Merah Putih.

"Kami melakukan langkah antisipatif dan proaktif , terutama mendukung anggota Kabinet Merah Putih yang baru pertama memimpin kementrian atau lembaga pemerintah," katanya. 

Perlu penyesuaian dan pemahaman sehingga dapat bekerja lancar dan baik sesuai prioritas Presiden Prabowo.

“Tidak terasa, tiga hari retreat di Lembah Tidar untuk memupuk kekompakan, nasionalisme, serta membangun sinergi Kabinet Merah Putih telah usai,” ungkapnya.

Ia menyebut kegiatan ini sangat padat secara fisik maupun materi pembekalan, dan menambahkan bahwa mereka kembali ke Jakarta untuk bekerja sesuai visi Presiden Prabowo. “Terima kasih banyak Magelang!” tutupnya.

Masyarakat Antusias

Sementara itu, kemarin, setelah berolahraga, seluruh anggota kabinet menikmati sarapan bersama, sembari merasakan sejuknya udara Magelang yang kontras dengan suasana ibukota Jakarta.

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto; Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono; serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto, memimpin jajaran kabinet saat mereka berjalan menuju bus masing-masing.

Prosesi ini diiringi jajar kehormatan dan alunan marching band Canka Lokananta yang dimainkan oleh para taruna Akmil.

Di gerbang utama, masyarakat setempat turut berkumpul untuk menyapa langsung para pemimpin negara.

Kesan Para Menteri

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa tiga hari di Akmil memberikan pengalaman berkesan.

"Parade senja paling berkesan, karena dilakukan bersama akademi dari semua angkatan dan dalam suasana hujan. Salut kepada Pak Presiden yang tetap bersama para taruna meski hujan lebat," ungkapnya.

Retreat ini menjadi ajang penting untuk membangun kebersamaan dan kedekatan antar anggota kabinet, sekaligus memperlihatkan sisi humanis Presiden Prabowo.

Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, mengungkapkan rasa kagumnya pada sosok humanis Presiden Prabowo saat kegiatan tersebut.

Menurutnya, Presiden Prabowo mampu menyeimbangkan sikap tegas dengan pendekatan layaknya seorang ayah dan sahabat bagi jajaran kabinet.

"Aura beliau saat memimpin sangat tegas, namun beliau bisa menjadi seorang bapak dan sahabat yang luar biasa," ungkap Raffi.

Dengan pendekatan penuh kebersamaan ini, Presiden Prabowo menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak hanya tentang kekuatan dan ketegasan. Namun juga tentang kemampuan memahami dan mendukung para anggota kabinet sebagai bagian dari satu keluarga besar bangsa.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan tantangan bangun pagi yang jarang dilakukannya.

Meski begitu, ia mengakui bahwa latihan disiplin ini baik untuk mengajarkan tanggung jawab dalam keadaan apapun dan berharap kegiatan serupa bisa diterapkan di kementeriannya.

“Bangun paginya itu agak repot saya, biasanya kan kita tidurnya jam 2, bangun jam 5 subuh, habis subuh tidur lagi kan, nanti bangun jam 7. Nah ini tidak, kita tidurnya jam 2, jam 4 sudah bunyi. Tapi itu bagus bahwa hidup itu disiplin, tanggung jawab negara itu mau 2 jam, 1 jam tidur, begitu panggilan tugas, harus siap,” tutur Bahlil.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai kegiatan ini bermanfaat untuk melatih kekompakan dan menyatukan visi kabinet.

Menurutnya, ini adalah bentuk shock therapy yang penting, tidak hanya bagi anggota kabinet, tetapi juga pejabat eselon di berbagai instansi.

“Latihan sekarang ini saya kira bukan hanya penting untuk para kabinet tetapi juga pejabat eselon 1, pejabat eselon 2 setiap instansi, itu saya kira sangat bagus untuk melakukan hal yang sama,” ucap Nasaruddin Umar.

Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo juga menilai kegiatan ini sebagai langkah efektif dalam menyamakan frekuensi kerja para menteri di kabinet.

“Kesannya sangat baik, saya rasa ini adalah suatu langkah yang sangat efektif bagaimana kita di Kabinet Merah Putih ini bisa menyamakan langkah dan frekuensi,” ujar Dito.

Menpora Dito juga menekankan pentingnya hubungan kemanusiaan dan ikatan antar anggota kabinet.

Baca Juga: Pemuda dalam Tiga Perspektif untuk Satu Tujuan

Menurutnya, pendekatan ini mempercepat sinergi untuk mewujudkan tujuan Presiden Prabowo dalam membentuk kabinet yang cepat dan efektif.

“Jadi ini mempercepat karena Bapak Presiden ingin Kabinet Merah Putih bekerja cepat dan bekerja efektif,” ungkap Dito.

Dengan berakhirnya retreat ini, Kabinet Merah Putih kembali ke Jakarta membawa semangat baru dalam menjalankan tugas negara, dengan kebersamaan dan komitmen untuk melayani bangsa secara optimal.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#sosok pemimpin humanis #bahlil lahadalia #Lembah Tidar #dito ariotedjo #Akademi Militer Magelang #nasaruddin umar #Retreat Kabinet Merah Putih #sri mulyani #agus yudhoyono #presiden prabowo subianto #airlangga hartarto