Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PTBA Perkuat Diversifikasi Bisnis Energi Terbarukan dan Transformasi Digital yang Peduli Lingkungan

Heri Sugiarto • Minggu, 10 November 2024 | 13:36 WIB

Sekretaris Perusahaan PTBA Niko Chandra menegaskan komitmen ESG pada pembukaan Media Gathering PTBA di Santika Premiere Lampung, Kamis malam (9/11/2024). (Foto: Heri Sugiarto/Padek)
Sekretaris Perusahaan PTBA Niko Chandra menegaskan komitmen ESG pada pembukaan Media Gathering PTBA di Santika Premiere Lampung, Kamis malam (9/11/2024). (Foto: Heri Sugiarto/Padek)
PADEK.JAWAPOS.COM-PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebagai salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia, menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) dalam setiap aktivitas operasionalnya.

Dengan total sumber daya sebesar 5,851 miliar ton dan cadangan tertambang 3,018 miliar ton, PTBA terus memperkuat perannya dalam industri tambang, mendukung pengembangan energi bersih, dan berkontribusi pada solusi bisnis ramah lingkungan untuk masa depan berkelanjutan.

Pada pembukaan Media Gathering PTBA di Santika Premiere Lampung, Kamis malam (9/11/2024), Sekretaris Perusahaan PTBA, Niko Chandra, menegaskan pentingnya prinsip ESG bagi perusahaan.

"PTBA telah menerapkan sejumlah inisiatif di berbagai aspek, termasuk lingkungan, masyarakat, tata kelola, dan digitalisasi, untuk mewujudkan perusahaan yang berkelanjutan dan berdampak positif," ungkap Niko.

Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, PTBA telah melakukan reklamasi di area pasca-tambang seluas 2.200 hektare.

Di lahan ini, perusahaan menanam lebih dari 1,4 juta pohon sebagai bagian dari restorasi ekosistem dan peningkatan kualitas lingkungan hidup di wilayah operasional.

"Langkah ini sejalan dengan visi PTBA sebagai perusahaan energi kelas dunia yang peduli terhadap pelestarian lingkungan," kata Niko dalam acara yang dihadiri VP Corporate Communication & Government Relations PTBA Dinna Permana dan Hengki Burmana, General Manager PTBA Unit Pelabuhan Tarahan.

Selain itu, lanjut Niko, PTBA berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 217.403 ton CO2eq per Juni 2023.

Pengurangan ini dicapai melalui penerapan teknologi ramah lingkungan dalam berbagai aspek operasional.

Di antaranya, PTBA menggunakan teknologi Automatic Train Loading Station (ATLS) dan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon dioksida.

VP Corporate Communication & Government Relations PTBA Dinna Permana bersama peserta media gathering dari Sumatera Barat. (Foto: Heri Sugiarto/Padek)
VP Corporate Communication & Government Relations PTBA Dinna Permana bersama peserta media gathering dari Sumatera Barat. (Foto: Heri Sugiarto/Padek)

PTBA juga aktif mengembangkan proyek energi baru terbarukan (EBT) melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai lokasi strategis.

Proyek pembangkit listrik tenaga surya yang tengah dikembangkan, di antaranya, di Area Pasca Tambang Tanjung Enim, Ombilin, dan Bantuas, dengan kapasitas 200 MWp per lokasi.

Kemudian PLTS di Soekarno-Hatta Airport Control Center dengan kapasitas 241 kWp, beroperasi sejak Agustus 2020 serta Bali Mandara Toll Road berkapasitas 400 kWp, beroperasi sejak September 2022.

Sebagai bagian dari komitmennya pada energi bersih, Bukit Asam juga mengerjakan proyek Kontraktor EPC untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Baturaja, Sumatera Selatan, dengan kapasitas 13.08 kWp.

Kemudian bekerja sama pengembangan dengan PT Semen Baturaja.

"Dengan adanya proyek ini, Bukit Asam menegaskan perannya dalam mendukung energi hijau dan solusi ramah lingkungan untuk masa depan yang lebih baik," kata Niko.

Kesejahteraan Sosial di Wilayah Operasional

PTBA juga berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Program PPM ini meliputi delapan bidang utama, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, pengembangan usaha mikro, serta dukungan sosial lainnya.

Di bidang pendidikan, PTBA merealisasikan Program Bidiksiba, yang memberikan beasiswa kepada keluarga pra-sejahtera di sekitar wilayah ring 1 operasional.

Selain itu, PTBA menjalankan Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) untuk meningkatkan kompetensi guru SD melalui metode Training of Trainer (ToT) di Kabupaten Muara Enim.

Program Gernas Tastaba (Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Membaca) digalakkan untuk menurunkan angka buta aksara di kalangan siswa SD di Tanjung Enim.

Di bidang kesehatan, PTBA bermitra dengan RS Bukit Asam Medika untuk memberikan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar. Hingga kini, layanan ini telah bermanfaat bagi 5.569 orang melalui 92 kegiatan pengobatan gratis.

Untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat, PTBA mengembangkan program pembinaan bagi Usaha Mikro Kecil (UMK) di sektor perikanan, perkebunan, perdagangan, dan pertanian.

"PTBA memberikan pelatihan keterampilan dan sertifikasi guna meningkatkan kapasitas dan daya saing para pelaku usaha mikro kecil. Hingga saat ini, PTBA telah membina 162 UMK dan menyelenggarakan 478 sesi pelatihan di berbagai bidang usaha," jelas Niko.

Ketahanan Pangan

PTBA mendukung ketahanan pangan nasional dengan menghadirkan program irigasi pertanian berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). 

Program ini bertujuan untuk menyediakan infrastruktur pengairan sawah yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan energi terbarukan, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, PLTS ini telah memberikan manfaat bagi 845 petani di lahan seluas 493 hektare sawah yang tersebar di berbagai wilayah.

Lokasinya di PLTS Talawi, Sawahlunto, PLTS Ranjiungan, Lahat, PLTS Tanjung Raja, Muara Enim, PLTS Trimulyo, Pesawaran, dan PLTS Rejo Sari, Mataram Lampung Tengah.

"Program dapat meningkatkan frekuensi panen padi, sehingga mampu mendongkrak pendapatan masyarakat sekitar area operasional PTBA. Misalnya, biasanya panen setahun sekali jadi empat kali," katanya.

Tata Kelola Transparan dan Inklusif

Di bidang tata kelola, kata Niko, PTBA memastikan penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas di setiap aspek operasional perusahaan.

Selain itu, perusahaan mendukung kesetaraan gender dengan keterlibatan perempuan di jajaran direksi (20%) dan karyawan (19%), termasuk 27% yang menduduki posisi manajerial.

Hal ini menegaskan komitmen PTBA terhadap keberagaman dan inklusivitas dalam struktur organisasi.

VP Corporate Communication & Government Relations PTBA Dinna Permana bersama peserta media gathering PTBA 7-9 November 2024 dari Sumbar, Sumsel dan Lampung. (Foto: Arif/ PTBA)
VP Corporate Communication & Government Relations PTBA Dinna Permana bersama peserta media gathering PTBA 7-9 November 2024 dari Sumbar, Sumsel dan Lampung. (Foto: Arif/ PTBA)

PTBA juga menerapkan sistem manajemen risiko yang ketat dan melibatkan 74 karyawan dalam pelatihan Certified Risk Management Officer.

"Pelatihan ini bertujuan agar setiap keputusan strategis yang diambil memperhitungkan risiko secara mendalam, guna mengurangi dampak negatif bagi perusahaan maupun pemangku kepentingan," tegasnya.

Transformasi Digital

PTBA telah mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi konsumsi bahan bakar, dan menekan biaya pemeliharaan.

Berbagai teknologi diterapkan dalam seluruh rantai operasi, mulai dari tambang hingga transportasi dan pelabuhan seperti Map Operational (MAPO), yang memantau posisi peralatan tambang, konveyor, dan kinerja operator secara langsung untuk pengawasan operasional yang lebih efektif.

Kemudian, Slope Stability Radar, yang mendeteksi perubahan pada lereng tambang secara real-time untuk memastikan keselamatan pekerja.

Lalu, Mine Operation System, yang melacak perencanaan, proses, dan operasi tambang, termasuk manajemen bahan bakar, jarak angkut, dan jadwal kereta api.

Di sektor transportasi, PTBA mengandalkan Automatic Train Loading Station (ATLS) yang memungkinkan pemuatan batu bara ke gerbong kereta secara otomatis, aman, dan efisien.

Teknologi Cargo Tracking System juga diterapkan untuk memantau jadwal kereta secara real-time, mendukung efisiensi pengiriman.

Untuk pelabuhan, PTBA menggunakan Vessel Track untuk memantau pergerakan kapal pengangkut batu bara secara real-time serta mengoptimalkan operasional pelabuhan melalui Coal Handling Facility, yang mengotomatiskan proses penyimpanan dan pengangkutan batu bara.(*)

Proyek Tenaga Surya yang Dikembangkan PTBA:

1. Area Pasca Tambang: Tanjung Enim, Ombilin, dan Bantuas. Proyek ini memiliki kapasitas hingga 200 MWp per lokasi dan saat ini berada dalam fase pengembangan, dengan mitra yang belum diumumkan.

2. Padang, Sumatera Barat. Pembangkit berkapasitas 40 MWp ini dalam tahap pengembangan dan bermitra dengan PT Semen Padang.

3. Toll Road. Proyek ini memiliki kapasitas hingga 2 MWp dan sedang dalam fase pengembangan, bekerja sama dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

4. Bangka Belitung dan Cilegon, Banten. Berkapasitas hingga 6.4 MWp, proyek ini dalam tahap pengembangan dan bermitra dengan PT Timah Tbk.

5. Soekarno-Hatta Airport Control Center. Pembangkit berkapasitas 241 kWp ini telah beroperasi sejak Agustus 2020, bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II.

6. Bali Mandara Toll Road. Proyek dengan kapasitas 400 kWp ini telah beroperasi sejak September 2022, bermitra dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Area Operasional PT Bukit Asam (PTBA)

PT Bukit Asam memiliki beberapa area operasional utama yang mendukung kegiatan tambang, pengolahan, dan distribusi batu bara.

Berikut adalah rincian area operasional beserta kapasitas dan sumber daya yang dimiliki:

Pelabuhan

1. Dermaga Teluk Bayur

   - Kapasitas: 2,5 juta ton per tahun

2. Dermaga Kertapati

   - Kapasitas: 7 juta ton per tahun

3. Pelabuhan Tarahan

   - Kapasitas: 25 juta ton per tahun

 

Tambang

1. Tambang Peranap

   - Sumber Daya: 0,671 miliar ton

   - Cadangan Tertambang: 0,28 miliar ton.

 

2. Tambang Ombilin

   - Sumber Daya: 0,102 miliar ton

 

3. Tambang Tanjung Enim

   - Sumber Daya: 5,054 miliar ton

   - Cadangan Tertambang: 2,735 miliar ton.

 

4. Tambang IPC - Bantuas (melalui PT IPC)

   - Sumber Daya: 0,021 miliar ton

   - Cadangan Tertambang: 0,003 miliar ton.

 

5. Tambang Bukit Kendi (melalui PT BBK)

   - Sumber Daya: 0,003 miliar ton

   - Cadangan Tertambang: 0,001 miliar ton.

 

Total Sumber Daya dan Cadangan Tertambang

- Total Sumber Daya: 5,851 miliar ton

- Total Cadangan Tertambang: 3,018 miliar ton.

Editor : Heri Sugiarto
#teknologi tambang Indonesia #ESG #Niko Chandra #pt bukit asam tbk #Hengki Burmana #keberlanjutan lingkungan #plts #Transformasi Digital #media gathering ptba #ptba #Dinna Permana #area operasional PTBA