Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pentingnya Penelitian Arkeologi dan Sastra dalam Memajukan Kebudayaan

Heri Sugiarto • Kamis, 19 Desember 2024 | 15:06 WIB

Penulis Sastri Bakry bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Kepala BRIN Bambang Subiantoro. (Foto: IST)
Penulis Sastri Bakry bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Kepala BRIN Bambang Subiantoro. (Foto: IST)
PADEK.JAWAPOS.COM-Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon menekankan pentingnya memajukan kebudayaan Indonesia di tengah peradaban dunia, yang merupakan amanah Pasal 32 UUD 1945.

"Negara memajukan kebudayaan Indonesia di tengah peradaban dunia sesungguhnya amanah Pasal 32 UUD 45. Tapi kita tak begitu memerhatikan pasal 32 yang dengan jelas tertulis upaya memajukan kebudayaan itu".

Hal itu disampaikan dalam acara "Mendefinisikan Ulang Identitas Keindonesiaan dan Penguatan Kinerja Riset Kebudayaan" yang berlangsung pada Rabu, 18 Desember 2024, di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, BRIN Jakarta.

Fadli Zon mengungkapkan pentingnya penelitian arkeologi, bahasa, dan sastra untuk mereinventing (menciptakan kembali) usia peradaban Indonesia.

“Indonesia adalah negara besar dengan peradaban yang sangat tua, terbukti dari bukti arkeologis seperti lukisan dinding gua tertua di dunia yang berusia lebih dari 52.000 tahun,” ujarnya.

Fadli juga menambahkan bahwa Indonesia harus bangga dan menjadi terdepan dalam membangun peradaban di tengah kemajuan teknologi.

Acara tersebut dihadiri oleh pejabat eselon satu, UNESCO, akademisi, seniman, sastrawan, pusat sejarah militer, serta tokoh-tokoh budaya lainnya.

Dalam kesempatan ini, Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (Arbasra), Heri Yogaswara memaparkan peran organisasi riset dalam memperkaya kebudayaan Indonesia melalui manuskrip, bahasa, dan karya ilmiah.

Heri juga menyampaikan kesuksesan BRIN dalam riset kebudayaan dan menekankan pentingnya kegiatan seperti Memorial Lecture, peluncuran buku antologi, pidato kebudayaan, dan pertunjukan dramatic reading yang turut meramaikan acara.

Kepala BRIN, Dr Laksana Tri Handoko berharap agar pemeliharaan dan pendataan kebudayaan Indonesia semakin maju, salah satunya dengan dibukanya jurusan kebudayaan di Universitas Andalas, Padang.

Dengan adanya jurusan ini, diharapkan tidak perlu lagi mencari dokumen sejarah tentang kebudayaan Indonesia di luar negeri, seperti di Leiden.

Selain itu, Sastri Sunarti Sweeney, Ketua Panitia, menjelaskan bahwa acara ini refleksi akhir tahun kebudayaan dengan tujuan memperkaya wawasan tentang pelopor arkeologi Indonesia, Prof. Dr. Raden Panji Soejono.

Sastri juga menyampaikan ada dua buku yang diluncurkan yakni buku arkeologi dan soft launching buku Antalogi Puisi Night Fireflies. Kumpulan puisi dari sastrawan berbagai negara yang menangkap dan menyimpan kenangan pada saat berada di tengah bencana alam di Ranah Minang pada agenda IMLF Mei 2024.

Ide menuliskan pengalaman kebencanaan ini Sastri Sweeney dan dieksekusi dengan cepat dan oleh Sastri Bakry. Duo Sastri ini telah menggerakkan lima puluh enam penulis dan sastrawan dari lima belas negara untuk memberikan tulisannya.

Acara ditutup dengan penampilan dramatic reading dari mahasiswa UIN Jakarta yang memukau hadirin, memberikan nuansa kebudayaan yang mendalam.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#sastra #kebudayaan #fadli zon #peradaban indonesia #arkeologi #Menteri Kebudayaan #riset #bahasa