Pernyataan ini disampaikan langsung kepada media pada Rabu (5/2/2025). "Bismillahirrahmanirrahim. Dengan telah mempertimbangkan berbagai aspek dan untuk kebaikan urang awak di rantau, saya siap dicalonkan menjadi Ketua Umum IKM Pusat," ujar H. Arisal Aziz.
Kesediaan Bos Indah Group ini dituangkan dalam Surat Pernyataan yang ditandatangani oleh 10 orang saksi, dan disaksikan oleh seluruh Ketua DPD dan DPW IKM se-Indonesia melalui Zoom. Proses penandatanganan pernyataan kesediaan tersebut berlangsung di Kota Tangerang, Banten, Selasa (4/2/2025).
Dalam keterangannya, H. Arisal Aziz menegaskan bahwa dirinya tidak meminta, melainkan diminta oleh para pengurus IKM setelah melalui berbagai diskusi. Berbagai polemik yang dihadapi IKM serta rasa solidaritasnya sebagai perantau Minang membuatnya menerima pinangan tersebut.
"Saya merasa saya bukanlah siapa-siapa dalam hal ini. Yang terpenting bagi saya adalah dunsanak-dunsanak di rantau bisa terbantu dengan keberadaan saya. Setelah beberapa kali diminta oleh Pak Yanto dan pengurus lainnya serta desakan dari pengurus DPW dan DPD, saya putuskan untuk siap membantu dan membesarkan IKM," jelasnya.
Salah satu poin utama yang ditekankan oleh H. Arisal Aziz adalah bahwa IKM tidak akan dijadikan sebagai kendaraan politik. Ia menegaskan bahwa keinginannya untuk membesarkan IKM murni karena kepeduliannya terhadap perantau Minang.
"Jika Insya Allah saya diamanahi nanti, bantu saya untuk selalu istiqomah agar tidak menjadikan IKM sebagai alat politik. Mohon doa, dukungan, kritik, dan saran dari dunsanak sadonyo. Semoga kita bisa sukses bersama di perantauan lewat membesarkan IKM," pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang sepuh IKM yakni Mayor (Purn) Yanto Deswanto Datuak Maharajo Sutan Bagindo Basa, menilai H Arisal Aziz sebagai sosok yang memiliki kapasitas dan pengalaman dalam memimpin organisasi besar.
"Semoga dengan majunya beliau bisa membawa angin segar dan harapan bagi IKM. Kami yakin Pak Haji bisa membawa organisasi kita ke arah yang lebih baik," kata Yanto.
Ia juga berharap organisasi IKM dapat dikelola secara profesional dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Minang di perantauan.
"Insya Allah, usai Lebaran nanti kita adakan Munas yang diharapkan mampu menunjuk urang awak terbaik untuk menjadi nahkoda IKM," tutupnya. (*)
Editor : Hendra Efison