Gempa-gempa tersebut berpusat di sekitar Bukittinggi, Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, dan Kepulauan Mentawai. Guncangan gempa itu pada umumnya tidak dirasakan masyarakat.
Gempa pertama terjadi pada Selasa (11/2) pukul 19.34 WIB dengan magnitudo 1,8, berlokasi di 0,16 LS dan 100,26 BT, sekitar 20 km barat laut Bukittinggi, dengan kedalaman 2 km.
Gempa kedua tercatat pada pukul 22.03 WIB, dengan magnitudo 2,2, berlokasi di 1,03 LS dan 100,61 BT, sekitar 25 km barat daya Kabupaten Solok, dengan kedalaman 10 km.
Selang beberapa menit kemudian, pada pukul 22.10 WIB, terjadi gempa ketiga dengan magnitudo 2,6, berlokasi di 1,32 LS dan 100,34 BT, sekitar 26 km barat laut Pesisir Selatan, dengan kedalaman 3 km.
Gempa keempat terjadi pada Rabu (12/2) pukul 00.09 WIB, dengan magnitudo 2,8, berlokasi di 1,76 LS dan 99,60 BT, sekitar 28 km timur laut Kepulauan Mentawai, dengan kedalaman 5 km.
BMKG belum melaporkan adanya dampak signifikan dari rangkaian gempa ini, dan berdasarkan parameter yang tercatat, gempa-gempa tersebut tergolong gempa dangkal.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait aktivitas seismik di wilayah Sumatera Barat.(*)
Editor : Heri Sugiarto