Sebagai langkah darurat, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Jambi mulai menangani perbaikan dengan memasang jembatan bailey sebagai jembatan sementara.
Rangka jembatan tersebut telah tiba di lokasi pada Senin (3/3/2025). Pekerjaan ini dipimpin oleh Koordinator Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Provinsi Jambi, Diaz Sodiq.
Setelah selesai dipasang dalam waktu sekitar lima hari, jembatan tersebut hanya mampu menahan beban maksimal seberat 8 ton.
"Kami membutuhkan waktu sekitar lima hari untuk pemasangan jembatan bailey. Namun, kapasitas beban yang bisa dilalui hanya maksimal 8 ton," ujar Diaz Sodiq kepada Jambi Independent.
Baca Juga: Jalan Lintas Sumbar-Jambi Lumpuh Total, Ini Jalur Alternatif yang Disarankan Polres Dharmasraya
Selain jembatan sementara, perbaikan permanen akan dilakukan dengan pembangunan box culvert.
Diaz menambahkan, sebanyak 1.400 kubik tanah timbunan diperlukan untuk proses penimbunan setelah jembatan sementara selesai dipasang.
Di lapangan, warga setempat telah berinisiatif membangun jembatan darurat yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki.
Sementara itu, kendaraan roda empat diarahkan ke jalur alternatif, yaitu melalui Pulau Batu – Sungai Rumbai atau Rantau Ikil – Penual via Sungai Rumbai.
Pemerintah dan pihak terkait terus berupaya mempercepat proses perbaikan agar arus lalu lintas kembali normal. Untuk sementara, kendaraan diarahkan melintasi jalur alternatif.(*)
Editor : Heri Sugiarto