PADEK.JAWAPOS.COM-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona merah. Tren penurunan bahkan berlanjut kemarin. Hingga penutupan perdagangan, IHSG ditutup minus 1,55 persen di angka 6.161,22 atau turun 96,96 poin.
Kondisi IHSG yang anjlok beruntun itu kemarin dibahas oleh para pejabat Istana Negara dengan para analis pasar modal.
Dalam pertemuan yang difasilitasi Kantor Komunikasi Presiden itu, mereka berdiskusi dan menyampaikan masukan terkait situasi pasar modal di Indonesia. Namun, tidak disebutkan siapa saja yang hadir dalam diskusi tertutup tersebut.
Deputi II Kantor Komunikasi Kepresidenan RI Noudhy Valdryno mengatakan, pihaknya berdiskusi dengan analis dan ekonom terkait kebijakan dan outlook ekonomi Indonesia.
Hal itu sesuai dengan harapan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas dan intensitas komunikasi ke semua kalangan.
Seperti diketahui, dalam rapat kabinet paripurna Jumat lalu, Prabowo menyampaikan komitmen untuk meningkatkan kualitas dan intensitas komunikasi dari semua jajaran kepada semua pihak. Tak terkecuali di sektor pasar modal.
“Pelaku pasar menjadi sektor yang pentingnya luar biasa bagi negara ini, kita dapat saran dan rekomendasi banyak sekali, dapat pandangan tadi teman-teman terhadap ekonomi negara kita,” ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta.
Dalam pertemuan itu, lanjutnya, para analis merekomendasikan agar ada komunikasi yang konstan antara istana ke pelaku pasar dan para ekonom. Noudhy menilai, rekomendasi tersebut cukup positif dan siap ditindaklanjuti.
“Kami dari kantor komunikasi kepresidenan, dari kementerian dan lembaga di pemerintahan ini, akan terus menjalani komunikasi intens dengan pelaku pasar dan ekonom,” imbuhnya.
Apakah situasi saham yang sedang dalam tren negatif juga dibahas? Noudhy mengakui, hal itu memang menjadi salah satu yang dibahas. Namun, dia tidak mau mendetailkan bahasan itu.
Dia mengklaim, kebijakan pemerintah sudah sesuai dengan harapan pasar. “Pada intinya mereka confidence dan punya semangat yang sama bahwa kebijakan-kebijakan Pak Prabowo makin terlihat dampaknya,” kata dia.
Dia menegaskan, pertemuan dengan analis pasar modal akan menjadi kegiatan rutin. Hal itu bagian dari upaya untuk mewujudkan cita-cita presiden agar pertumbuhan ekonomi naik 8 persen.
“Kita apresiasi diskusi pada hari ini dan mudah-mudahan terus berlanjut ke depannya,” harapnya.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan jika diskusi akan melibatkan Presiden Prabowo Subianto langsung. Saat ini, pihak istana masih mencari jadwal yang tepat.
Ray Dalio-Thaksin Dewan Penasihat
Sementara itu, nama-nama yang tergabung dalam struktur kepengurusan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi diumumkan, kemarin (24/3).
Dengan kepastian struktur kepengurusan, BPI Danantara diharapkan dapat memberikan kepercayaan bagi pelaku pasar dan masyarakat.
Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani meyakini bahwa struktur kepengurusan BPI Danantara akan memberikan sinyal positif bagi perekonomian Indonesia.
“Saya meyakini akan memberikan sinyal sangat positif bagi perekonomian Indonesia, dan membawa kebaikan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Selain diisi oleh profesional dari dalam negeri, pengurus Danantara juga tokoh global. Khususnya, di posisi dewan penasihat. Nama Ray Dalio sebagai founder Bridgewater Associates.
Lembaga hedge fund itu mengelola dana USD 112 miliar. Serta, ada Chapman Taylor, Jeffrey Sachs, dan eks Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra.
Tokoh global yang namanya tidak muncul padahal sebelumnya digadang-gadang menjadi dewan pengawas adalah Tony Blair. “Terkait perizinan dan persetujuan dari kantor dan instansi lain beliau (Tony Blair) tidak masuk,” katanya.
Rosan menegaskan, tidak ada nama titipan dalam struktur kepengurusan. Semuanya diklaim merupakan tokoh-tokoh yang telah lama berkecimpung di sektor keuangan dan investasi di RI maupun di tingkat global.
“Ini melalui penyeleksian yang mendalam. Ini adalah nama-nama yang berkecimpung di market dan memiliki track record yang baik,” lanjut Rosan.
Dia menyampaikan bahwa pembentukan pengurus Danantara membutuhkan waktu sekitar sebulan semenjak diluncurkan pada 24 Februari. Rosan menambahkan bahwa struktur kepengurusan saat ini masih dapat berkembang seiring berjalannya waktu ke depan.
“Sebenarnya masih ada beberapa nama, tapi kami membutuhkan orang yang sudah siap karena masih bekerja di tempat lain, jadi membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk memberikan faktor keterbukaan. Kita akan meng-update nama- nama baru yang menjadi bagian dari Danantara,” bebernya.
Rosan menegaskan, pengumuman kepengurusan Danantara memberi sentimen positif pada pasar. Hal itu, tercermin dari berkurangnya pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
“Kalau dilihat memang tadi pagi turun, sekarang pas pengumuman dengan Danantara justru naik kok,” ujarnya.
Pada sesi pagi kemarin (24/3), IHSG sempat turun 4 persen hingga dibawah level 6.000 yaitu ke angka 5.967. Namun per pukul 14.25 WIB, IHSG sedikit membaik ke angka 6.183. Bagi Rosan, data itu menunjukkan pasar menyambut baik nama-nama yang ada pada kepengurusan Danantara.
“Coba lihat ke indeksnya, tadi saya disampaikan dan saya lihat ternyata yang tadi sempet turun 200-300 poin sekarang tinggal 80 dan terakhirnya trennya positif setelah pengumuman Danantara,” imbuhnya.
Kemarin, IHSG akhirnya ditutup pada 6.161,22. Angka itu turun 96,96 dibanding penutupan perdagangan Jumat (21/3). (far/agf/oni/jpg)
Editor : Novitri Selvia