Dalam kesempatan ini, Fadly Amran mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mendukung visi, misi, dan sembilan program unggulan (progul) Pemerintah Kota Padang.
“Ketua RT/RW, Guru TPQ/TQA, MDTA/MDTW, serta Imam Masjid memiliki peran sangat vital di tengah masyarakat. Tanpa dukungan bapak ibu semua, visi misi dan program unggulan yang kita usung akan sulit tercapai secara optimal,” ujar Fadly.
Ia juga membeberkan beberapa program unggulan (progul) yang telah direalisasikan dalam hampir dua bulan masa kepemimpinannya.
“Alhamdulillah, kami telah merealisasikan program BPJS Kesehatan gratis bagi warga Kota Padang. Selanjutnya, akan diluncurkan bantuan seragam sekolah dan LKS (Lembar Kerja Sekolah) gratis bagi siswa SD dan SMP negeri/swasta dari keluarga kurang mampu. Program Smart Surau dan progul lainnya juga akan segera menyusul,” ungkap Wali Kota Padang termuda tersebut.
Dalam kesempatan itu, dana operasional yang diserahkan untuk Kecamatan Padang Barat mencapai total Rp 642.750.000. Rinciannya meliputi:
-
Insentif RT/RW: Rp 383.400.000
-
Insentif Guru TPQ/TQA, MDT, dan Imam Masjid: Rp 169.650.000
-
Insentif operasional PAUD: Rp 5.400.000
-
Posyandu dan PMT: Rp 84.300.000.
Selain di Kecamatan Padang Barat, Fadly Amran dan Maigus Nasir juga menyerahkan dana operasional serupa untuk Kecamatan Padang Timur dan Padang Utara.
Untuk Kecamatan Padang Timur, dana yang diserahkan sebesar Rp 1.055.878.500, terdiri dari:
-
Insentif RT/RW: Rp 530.100.000
-
Guru TPQ/TQA, MDT, dan Imam Masjid: Rp 392.700.000
-
Operasional PAUD: Rp 5.400.000
-
Posyandu dan PMT: Rp 126.678.500
Sedangkan di Kecamatan Padang Utara, total dana operasional mencapai Rp 808.410.000, dengan rincian:
-
Insentif RT/RW: Rp 442.260.000
-
Guru TPQ/TQA, MDT, dan Imam Masjid: Rp 260.100.000
-
Operasional PAUD: Rp 3.750.000
-
Posyandu dan PMT: Rp 102.300.000.
"Penyaluran dana operasional ini bagian dari komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mendukung peran strategis masyarakat dalam pembangunan kota, khususnya melalui peran RT/RW, tokoh agama, dan tenaga pendidik di tingkat dasar," jelas Fadly.(*)
Editor : Heri Sugiarto