Peristiwa mengenaskan itu terjadi pada Rabu (9/4) sekitar pukul 17.00 WIT. Menurut Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Anto Seven, insiden dilaporkan oleh seorang saksi mata berinisial AB.
Saksi menyebutkan bahwa saat kejadian, Ariston tengah membersihkan mesin di lokasi tambang, ketika tiba-tiba empat orang tak dikenal datang membawa busur dan parang. Tanpa banyak kata, mereka langsung menyerang dan membacok korban hingga tewas di tempat.
"Hingga saat ini kami masih menyelidiki para pelaku. Kami belum bisa memastikan apakah mereka bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau bukan," ujar AKBP Seven saat dikonfirmasi pada Jumat (11/4).
Jenazah Ariston telah dievakuasi ke RSUD Boven Digoel pada Kamis (10/4) melalui jalur sungai menggunakan perahu. Proses evakuasi turut melibatkan delapan rekan korban yang juga berada di lokasi kejadian. "Rencananya, jenazah akan dipulangkan ke kampung halamannya," tambah Kapolres.
AKBP Seven mengungkapkan bahwa Kampung Kawe, terutama Area Mining 08, memang merupakan wilayah rawan yang kerap menjadi lokasi beroperasinya KKB Yahukimo.
Aksi kekerasan seperti penyerangan, pembacokan, bahkan pembunuhan sering kali terjadi di sana. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Yahukimo membuat pergerakan pelaku kejahatan menjadi lebih mudah, menambah tantangan bagi aparat keamanan.
“Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk memastikan motif dan identitas para pelaku, apakah benar berasal dari KKB atau ada konflik internal antar pendulang,” pungkasnya.
Polisi kini meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan di kawasan tambang ilegal tersebut, seraya mengimbau masyarakat untuk waspada dan segera melapor bila melihat aktivitas mencurigakan.
Kasus ini memperpanjang daftar kekerasan yang terjadi di lokasi pertambangan Papua, mencerminkan betapa rentannya keamanan di wilayah-wilayah terpencil yang minim pengawasan. (rel/ade/jpg)
Editor : Hendra Efison