Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banyak Calon Siswa Belum Tertampung SPMB 2025, Ini Solusi Kemendikdasmen

Heri Sugiarto • Sabtu, 28 Juni 2025 | 07:05 WIB

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
PADEK.JAWAPOS.COM-Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di berbagai wilayah Indonesia.

Menyikapi keterbatasan daya tampung sekolah negeri, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, mendorong pemerintah daerah untuk memperluas akses dan pemerataan mutu pendidikan melalui kerja sama dengan sekolah swasta yang telah terakreditasi.

“Pemerintah terus berupaya meningkatkan akses dan pemerataan mutu pendidikan melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta terakreditasi untuk membantu siswa dari keluarga tidak mampu agar tetap bisa bersekolah,” ujar Wamen Atip saat meresmikan gedung baru SDI Persis 55 Serang, Selasa (24/6/2025).

Sebelumnya, Wamen Atip berdiskusi dengan Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, dan Kepala SDI Persis 55 Serang, Hasbullah.

Diskusi tersebut membahas pelaksanaan SPMB di wilayah tersebut, termasuk keterbatasan daya tampung sekolah dan pentingnya peran pemerintah dalam mendukung siswa yang belum tertampung di sekolah negeri.

Kepala SDI Persis 55 Serang, Hasbullah, menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB di sekolahnya berlangsung lancar, namun masih banyak calon siswa yang belum tertampung karena keterbatasan ruang kelas.

Ia berharap kapasitas sekolah dapat ditingkatkan agar lebih banyak anak memperoleh akses pendidikan.

Sekolah Bersih dan Nyaman

Dalam kunjungannya, Wamen Atip juga mengapresiasi kondisi lingkungan sekolah yang dinilai bersih dan nyaman sebagai faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran.

Ia menegaskan bahwa lingkungan fisik sekolah yang rapi mencerminkan kemajuan pendidikan.

“Fasilitas pendidikan yang bersih menunjukkan perhatian terhadap kesehatan dan kenyamanan belajar, bukan sekadar kemewahan,” tegasnya.

Selain itu, Wamen Atip juga menyoroti pentingnya peran guru dalam membentuk karakter dan mencerdaskan peserta didik. Menurutnya, meskipun teknologi dapat menjadi alat bantu, peran guru sebagai pembimbing dan teladan tidak tergantikan.

Baca Juga: Ombudsman Soroti Kuota Afirmasi Kosong di SMPN Favorit Padang, Waspadai Potensi Penyimpangan

“Teknologi adalah alat bantu, tetapi nilai-nilai dan keteladanan tetap diberikan oleh guru. Itulah mengapa guru harus terus didukung kesejahteraannya dan ditingkatkan kompetensinya,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya penguatan karakter siswa sejak dini, Kemendikdasmen juga tengah mendorong pembiasaan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” di sekolah-sekolah. Kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, berolahraga, makan bergizi, belajar, berkegiatan sosial, dan tidur lebih awal.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#sekolah swasta #atip latipulhayat #pemerataan pendidikan #spmb #siswa tidak mampu #daya tampung sekolah negeri #kemendikdasmen