Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PT Bukit Asam Komersialkan Pupuk Organik Inovatif BA Grow dari Hilirisasi Batu Bara

Heri Sugiarto • Rabu, 3 September 2025 | 14:27 WIB

Pupuk organik kalium humat merek BA Grow, sebagai langkah strategis mendukung kemandirian pangan dan hilirisasi industri nasional.(Foto: Corcom PTBA)
Pupuk organik kalium humat merek BA Grow, sebagai langkah strategis mendukung kemandirian pangan dan hilirisasi industri nasional.(Foto: Corcom PTBA)
PADEK.JAWAPOS.COM-PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meluncurkan produk hilirisasi batu bara berkalori rendah, pupuk organik kalium humat merek BA Grow, sebagai langkah strategis mendukung kemandirian pangan dan hilirisasi industri nasional.

Produk yang siap dikomersialkan dalam bentuk padat dan cair ini merupakan hasil ekstraksi lignit atau batu bara kalori rendah menjadi garam kalium asam humat.

BA Grow berfungsi sebagai pembenah tanah dan sumber kalium organik yang efektif meningkatkan kesuburan tanah, efisiensi penyerapan nutrisi, serta ketahanan dan produktivitas tanaman.

Inovasi ini berawal dari penelitian Prof. Ferian Anggara dan tim peneliti lintas fakultas Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengembangkan Gamahumat.

Keberhasilan riset tersebut kini dihilirisasi PTBA menjadi Kalium Humat, memberikan nilai tambah pada sumber daya lokal dan memperkuat ketahanan pangan.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, menegaskan komitmen perusahaan dalam pengembangan bisnis hilirisasi batu bara.

"Kalium humat adalah bukti persembahan kami bagi negeri untuk menghadirkan energi tanpa henti dan mendukung Asta Cita Presiden RI," ujarnya.

BA Grow telah memenuhi standar senyawa humat sesuai Keputusan Menteri Pertanian Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019.

Prof. Ferian menekankan bahwa produk ini berfungsi sebagai pembenah tanah, bukan pengganti pupuk, yang dapat mengurangi penggunaan pupuk urea dan NPK setelah kondisi tanah membaik.

Hasan Asnawi dari Kelompok Tani Bimomartani, lokasi percontohan, mengaku mengalami peningkatan signifikan pada hasil panen.

"Pemakaian kalium humat terbukti meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Hasilnya beda, rasa berasnya juga lebih enak," tuturnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#hasil panen #BA Grow #bukit asam #Pupuk Hilirisasi batubara #kemandirian pangan #pt bukit asam #ptba #pupuk #kesuburan tanah #batu bara kalori rendah #pupuk organik #hilirisasi batu bara