Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Didiek Hartantyo Ungkap Kunci Transformasi KAI di Forum Meet The Leaders Universitas Paramadina

Hendra Efison • Minggu, 21 September 2025 | 21:53 WIB

Universitas Paramadina hadirkan Dr. Didiek Hartantyo (kanan) dalam Meet The Leaders ke-8 membahas strategi transformasi PT KAI menjadi ikon kebanggaan negeri.
Universitas Paramadina hadirkan Dr. Didiek Hartantyo (kanan) dalam Meet The Leaders ke-8 membahas strategi transformasi PT KAI menjadi ikon kebanggaan negeri.
PADEK.JAWAPOS.COM—Universitas Paramadina kembali menghadirkan tokoh nasional dalam program rutin Meet The Leaders. Pada edisi ke-8, kampus ini menghadirkan Dr. Didiek Hartantyo, SE., MBA, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) periode 2020–2025.

Acara berlangsung di Kampus Kuningan Universitas Paramadina, Trinity Tower lantai 45, pada Sabtu (20/9/2025), dengan tema besar “Rel Kesuksesan: Kisah Transformasi KAI Menjadi Ikon Kebanggaan Negeri”.

Program ini dipandu oleh Wijayanto Samirin selaku host. “Melalui forum Meet The Leaders, kami ingin mahasiswa dan publik belajar langsung dari tokoh-tokoh nasional yang telah membuktikan dirinya di dunia nyata. PT KAI adalah salah satu contoh nyata bahwa perusahaan BUMN bisa bertumbuh menjadi world class company jika dipimpin dengan arah yang jelas dan berani berinovasi,” ujarnya.

Fondasi Transformasi KAI

Dalam paparannya, Didiek menegaskan pentingnya independensi pengambilan keputusan dalam kepemimpinan.

“Seorang pemimpin di posisi strategis harus berani menegakkan independensi. Tidak bisa diintervensi, karena dari sanalah integritas dan keberhasilan awal akan lahir,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa transformasi berawal dari fokus pada core business agar perusahaan tidak terbebani utang akibat diversifikasi berlebihan. Selain itu, governance process yang kuat menjadi pilar penting membangun integritas dalam setiap lini bisnis.

Didiek juga menekankan budaya kerja extraordinary. Menurutnya, transformasi tidak akan tercapai jika semua hanya bekerja dengan cara biasa.

Dibutuhkan keberanian keluar dari zona nyaman, membangun tim dengan growth mindset, target realistis, serta kedisiplinan tinggi dalam menangani persoalan strategis.

Tantangan Pandemi dan Pemulihan

Salah satu pengalaman penting adalah saat pandemi Covid-19. Pada 2020, KAI mencatat kerugian Rp1,7 triliun, namun perusahaan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Bagi kami, pegawai adalah aset berharga yang harus tetap dijaga kesejahteraannya, bahkan dalam situasi krisis,” kata Didiek.

Baca Juga: Arsenal vs Manchester City: Prediksi, Statistik dan Duel Taktik Arteta vs Guardiola Pekan Ini

Setelah masa sulit itu, performa KAI meningkat signifikan. Pendapatan naik dari Rp12,64 triliun pada 2016 menjadi Rp35,9 triliun pada 2024.

Laba bersih mencapai Rp2,2 triliun pada 2024 dengan pertumbuhan kumulatif 9,3%, sementara EBITDA mencatatkan angka kumulatif 14,5%, salah satu yang tertinggi di antara perusahaan BUMN.

Keselamatan dan Pelayanan

Transformasi juga terlihat dari peningkatan keselamatan perjalanan. Jika pada 2015 terdapat 53 kecelakaan kereta, pada 2024 jumlahnya turun menjadi hanya 8 kejadian. Kecelakaan kerja juga menurun hingga hanya 4 kasus per tahun.

Dari sisi pelayanan, KAI mencatat on time performance (OTP) mendekati standar global, dengan keberangkatan 99,77% dan kedatangan 96,05%.

“Capaian ini hanya kalah dari Jepang dan Singapura. Jika KAI hanya mengoperasikan kereta cepat, saya yakin ketepatan waktunya bisa mencapai 100%,” ujar Didiek.

Inovasi dan Modernisasi

Sejumlah inovasi turut memperkuat transformasi KAI. Pada masa pandemi, KAI memperbarui logo perusahaan dan menyeragamkan identitas anak perusahaan untuk membangun budaya korporasi yang solid.

Selain itu, kecepatan kereta ditingkatkan dari 100 km/jam menjadi 120 km/jam, berdampak pada efisiensi rotasi sarana dan peningkatan pendapatan.

Pada 2022, KAI meluncurkan sistem face recognition ticketing bekerja sama dengan Dukcapil, memberikan pengalaman perjalanan lebih praktis dan aman. Tidak hanya itu, KAI juga memperkenalkan Kereta Panoramic yang segera menarik perhatian generasi muda, khususnya Gen Z.(*)

Editor : Hendra Efison
#Didiek Hartantyo #Ungkap Kunci Transformasi KAI #Forum Meet The Leaders Universitas Paramadina