PADEK.JAWAPOS.COM-Hari Tani Nasional tahun ini (24/9) berbarengan dengan momen penting. Yakni musim panen yang kemudian disusul masa tanam Oktober-Maret (Okmar). Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan sejumlah strategi agar petani tetap tersenyum.
DATA Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut potensi produksi padi Juli-September mencapai 15,76 juta ton gabah kering giling (GKG). Jumlah itu naik 1,59 juta ton atau 11,21 persen disbanding periode yang sama tahun lalu.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tetap menjalankan strategi penyerapan gabah hasil panen melalui Bulog. “Harganya tetap sesuai HPP Rp 6.500 per kilogram,” ujarnya.
Lewat gerakan pangan murah dengan distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), penumpukan stok di gudang Bulog bisa dicegah. Tahun ini pemerintah menargetkan penjualan beras SPHP 1,3 juta ton. Hingga 21 September, realisasi penjualan sudah mencapai 401,7 ribu ton.
Masih tersisa sekitar 1,098 juta ton untuk stok tahunan. Amran meminta Bulog lebih gencar membuka operasi pangan murah. “Kami minta Bulog jual 24 jam dan jangan dipersulit,” tegasnya. Dengan begitu masyarakat bisa mendapatkan beras lebih murah dibanding harga pasar.
Stok Pupuk Subsidi Aman
Selain beras, pemerintah juga memastikan stok pupuk subsidi aman hingga akhir tahun. Data Kementan per 18 September menunjukkan realisasi penyaluran pupuk mencapai 56,45 persen atau setara 5,6 juta ton dari total alokasi nasional 9,5 juta ton.
Amran menekankan pupuk subsidi sebagai instrument strategis menjaga stabilitas produksi pangan nasional. “Kita pastikan pupuk subsidi tersedia, cukup, dan dapat diakses petani,” ujarnya.
Ia optimistis dengan ketersediaan pupuk dan semangat petani, peluang swasembada beras bisa tercapai lebih cepat dari target empat tahun Presiden Prabowo. Tata kelola distribusi pupuk juga diperkuat dengan prinsip 7T: tepat waktu, jumlah, tempat, harga, jenis, mutu, dan penerima.
Dalam Rakor Percepatan Hilirisasi Komoditas Perkebunan di Jakarta (22/9), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan peran penting sektor pertanian. Menurutnya, pertanian bisa menjadi kunci Indonesia keluar dari middle income trap.
Tito menekankan strategi Presiden Prabowo menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional harus disambut serius daerah. Dukungan anggaran untuk benih, pupuk, dan kelembagaan jangan disiasiakan.
“Saya berterima kasih kepada Menteri Pertanian yang telah mengumpulkan kita semua. Beliau tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan daerah,” ujarnya. Sebagai Pembina pemerintah daerah, Tito memastikan kepala daerah serius mendukung program pertanian, khususnya hilirisasi. (wan/ali/jpg)
Editor : Novitri Selvia