Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Di Pesantren Aman karena SPPG-nya Satu Kompleks

Novitri Selvia • Senin, 29 September 2025 | 10:45 WIB

BPJPH dan BGN pastikan kehalalan MBG. Program berjalan untuk atasi stunting dan sejahterakan petani.(Foto: IST)
BPJPH dan BGN pastikan kehalalan MBG. Program berjalan untuk atasi stunting dan sejahterakan petani.(Foto: IST)

PADEK.JAWAPOS.COM-PROGRAM pemberian makanan untuk pelajar sudah menjadi tradisi di lingkungan pondok pesantren (ponpes). Dan, sampai sekarang nyaris tak pernah terdengar ada santri yang keracunan makanan.

Padahal, tidak sedikit pondok pesantren yang jumlah santrinya ribuan. Karena itu, merespons sejumlah kasus keracunan MBG di sejumlah daerah, Direktur Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Basnang Said mengaku turut prihatin.

Apalagi program tersebut saat ini juga mulai menyasar siswa di madrasah yang berada di bawah naungan Kemenag. “Saat ini ada 40 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di pesantren,” katanya.

Sampai saat ini tidak ada laporan kasus keracunan makanan MBG yang diproses di SPPG yang berada di lingkungan ponpes. Untuk itu, Basnang berharap jumlah SPPG yang berada di ponpes bisa lebih banyak lagi.

Kalau selama ini sudah ada dapur pondok, bisa ditingkatkan kualitasnya sesuai ketentuan atau spesifikasi SPPG. “Sekarang ada SPPG di dalam lingkungan pesantren, tapi dibangun oleh pihak ketiga. Lahannya saja yang milik pesantren,” katanya.

Basnang menambahkan, jika sebuah pesantren jumlah santrinya sudah sangat banyak, menu yang diolah di SPPG pesantren tersebut khusus untuk santrimereka saja.

Sedangkan di pesantren yang santrinya tidak terlalu banyak, makanan hasil olahan SPPG bisa didistribusikan untuk sekolah atau madrasah lain di sekitar. “Pesantren itu sudah terbiasa memasak,” katanya.

Tidak adanya laporan kasus keracunan MBG di lingkungan ponpes, kata Basnang, karena SPPG-nya ada di dalam satu kompleks di pondok.

Menurut dia, yang rentan terjadi keracunan adalah ketika jarak antara SPPG dengan sekolah atau madrasah yang jauh. “Misalnya jaraknya 6 kilometer, itu selama proses pengangkutan berpotensi makanan menjadi basi,” jelasnya. (wan/ttg/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#Basnang Said #ponpes #Mbg #SPPG