Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kenaikan Pertamax Jadi Alarm Ketahanan Energi Nasional, SPP UPMS I Dorong Percepatan Reformasi

Hendra Efison • Kamis, 11 Juni 2026 | 10:26 WIB
Kenaikan Pertamax dinilai sebagai alarm ketahanan energi nasional. SPP UPMS I mendorong reformasi energi, penguatan produksi, dan efisiensi distribusi.
Kenaikan Pertamax dinilai sebagai alarm ketahanan energi nasional. SPP UPMS I mendorong reformasi energi, penguatan produksi, dan efisiensi distribusi.

MEDAN, PADEK.JAWAPOS.COM – Kenaikan harga Pertamax yang dalam beberapa periode tercatat mencapai lebih dari 30 persen kembali memunculkan sorotan terhadap ketahanan energi nasional Indonesia yang dinilai masih rentan terhadap dinamika global.

Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) menilai lonjakan harga tersebut bukan sekadar fluktuasi pasar, melainkan sinyal perlunya percepatan reformasi sektor energi secara menyeluruh.

Ketua Umum SPP UPMS I, Irsal, menyebut kondisi energi saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, termasuk pergerakan harga minyak mentah dunia, ketegangan geopolitik, serta ketidakseimbangan rantai pasok energi global.

Menurutnya, situasi ini menunjukkan bahwa struktur energi nasional masih membutuhkan penguatan agar lebih tahan terhadap tekanan eksternal yang sulit diprediksi.

Baca Juga: Paragon Wardah Buka Beasiswa Program Ri'aya 2026 di Qatar untuk Perempuan Muda Indonesia

“Ketahanan energi tidak cukup hanya pada ketersediaan pasokan, tetapi juga kemampuan sistem dalam menjaga stabilitas dan keterjangkauan harga,” ujar Irsal, Kamis (11/6/2026).

Dorongan Percepatan Reformasi Energi Nasional

SPP UPMS I menekankan perlunya langkah strategis untuk memperkuat fondasi energi nasional, mulai dari peningkatan produksi energi domestik, modernisasi infrastruktur distribusi, hingga percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan.

Selain itu, perbaikan tata kelola sektor migas dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban ketergantungan terhadap impor energi.

Langkah ini dianggap krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional yang sangat dipengaruhi oleh harga energi.

Baca Juga: SAKIP Berbasis AI, Payakumbuh Catat Nilai 76,31 dan Siap Jadi Percontohan Evaluasi Digital 2026

Apresiasi untuk Pekerja Garda Distribusi Energi

Di tengah tekanan harga energi, SPP UPMS I memberikan apresiasi kepada pekerja Pertamina Patra Niaga yang tetap menjaga kelancaran distribusi bahan bakar di seluruh wilayah Indonesia.

Mereka disebut sebagai garda terdepan dalam memastikan energi tetap tersedia bagi masyarakat, termasuk di wilayah dengan tantangan logistik tinggi.

SPP UPMS I juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dan solidaritas pekerja dalam menghadapi dinamika sektor energi yang terus berubah.

Baca Juga: Harga Minyak Kian Memanas

Momentum Penguatan Kedaulatan Energi

SPP UPMS I menilai momentum kenaikan harga energi harus dimanfaatkan untuk memperkuat kedaulatan energi nasional melalui kebijakan yang lebih terintegrasi.

Energi, menurut mereka, merupakan aset strategis yang harus dikelola dengan orientasi jangka panjang dan keberpihakan pada kepentingan publik.

“Dibutuhkan komitmen bersama agar energi nasional menjadi lebih mandiri, tangguh, dan berkelanjutan,” tutup Irsal.(*)

Editor : Hendra Efison
#Pertamax 2026 #harga BBM Indonesia #reformasi energi Indonesia #ketahanan energi nasional #Pertamina Patra Niaga