Namun, satu demi satu Vinales berhasil melewati para pembalap tersebut. Dia sukses menundukkan perlawanan Bagnaia di lap ke-14. Padahal sebelumnya Bagnaia yang meraih pole position terus mengunci posisi terdepan. Bahkan usai dilewati Vinales, performanya terus menurun hingga didahului Johann Zarco.
Namun nasib miris dialami juara dunia musim lalu Joan Mir. Bayangkan di lap terakhir, Mir yang berada di posisi kedua harus merelakan posisinya kepada pembalap Ducati. Tidak hanya kehilangan podium, lepas dari tikungan terakhir jelang finis, Mir dilewati dua pembalap Ducati sekaligus. Yakni Johan Zarco dan Fransesco Bagnaia.
Dua pembalap Ducati itu berturut-turut mengunci posisi dua dan tiga GP Losail, Qatar. Sementara Joan Mir harus puas di posisi keempat. Posisi kelima ditempati rekan Vinales, Fabio Quartararo. Sementara pembalap Petronas Yamaha Valentino Rossi pada balapan kali ini finis di peringkat ke-12.
Usai balapan Vinales mengungkapkan, tunggangannya sudah kembali. “Maksud saya, potensi yang saya miliki di Yamaha di masa lalu sudah kembali dan ini sangat penting. Saya merasa kekuatan motor Yamaha itu seperti ini sangat penting bagi kami,” tuturnya, dikutip Motor Sport.
Salah satu yang membuat dia senang adalah kecepatan motornya dalam menyalip lawan-lawannya. Inilah yang sangat penting untuk kami miliki. Karena untuk melawan Suzuki atau pabrikan lain kami perlu memiliki kecepatan untuk menyalip,” tambahnya.
Yamaha biasanya kesulitan untuk menyalip dalam beberapa tahun terakhir karena kekurangan tenaga dari para pesaingnya. Tetapi Vinales merasa cara belokan M1 2021 memungkinkannya untuk lebih agresif di area trek di mana motornya terkuat.
“Yang pasti, kami sedikit mengubah mentalitas,” ucapnya. “Kami harus lebih kuat dalam menyalip, itu adalah sesuatu yang kami lewatkan tahun lalu karena saya merasa kami memiliki potensi besar, ritme yang sangat bagus,” tekannya.
Sementara itu, mesti disalip duo Ducati jelang garis finis, Joan Mir mengaku, tetap bisa tersenyum. Hal ini tak lepas dari performa motornya di babak kualifikasi. Sehingga, dalam balapan yang dimulai pada pukul 00.00 WIB itu, dia start dari posisi 10.
“Setelah kualifikasi, saya ingin menghancurkan segalanya. Tapi sekarang saya bisa tersenyum! Bahkan jika dua pembalap Ducati menyalip saya jelang gari finis!” katanya dikutip Crash.
Perubahan setting-an motor membantu bintang Suzuki itu untuk tampil lebih baik dibandingkan saat kualifikasi. “Itu adalah akhir pekan yang sulit, karena saya tidak dapat memiliki perasaan yang baik. Anda dapat melihat di wajah saya setiap sesi. Saya tidak terlalu pandai menyembunyikan hal-hal ini. Tetapi pada akhirnya kami menemukan jalan. Agak terlambat, tapi kami menemukannya, dan itu penting,” tukas Mir. (jpg/cip) Editor : Novitri Selvia