Shin Tae-yong (STY), pelatih timnas U-23 Indonesia, optimistis skuad Merah Putih bisa bersaing dengan negara-negara yang tampil di Piala Asia U-23 2024 Qatar. Asalkan, saat tampil pada putaran final nanti, Indonesia bisa turun dengan kekuatan terbaik. Paling tidak, STY bisa menurunkan skuad yang sama seperti skuad kualifikasi Piala Asia U-23.
Saat tampil di kualifikasi Piala Asia U-23, pelatih asal Korea Selatan itu sangat leluasa memanggil pemain-pemain terbaiknya. Elkan Baggott yang berkarier di Inggris diizinkan klubnya untuk datang ke Indonesia. Begitu juga Pratama Arhan, Marselino Ferdinan, dan lainnya. Mereka diizinkan klub karena kualifikasi Piala Asia U-23 berbarengan dengan periode FIFA Matchday September.
Masalahnya, putaran final Piala Asia U-23 2024 Qatar yang digelar pada 15 April–3 Mei tidak berbarengan dengan kalender FIFA Matchday. Pada awal 2024, kalender FIFA Matchday ada pada 12 Januari–11 Februari. Setelah itu, periode FIFA Matchday ada pada 23–31 Maret.
Situasi itu mulai membuat STY cemas. Sebab, dia akan sulit memanggil pemain-pemain terbaiknya. Klub berhak tidak melepas pemain di luar agenda FIFA Matchday. “Jadi, kalau semua pemain terbaik bisa dipanggil, saya berani dan yakin Indonesia bisa bersaing di putaran final,” tutur pelatih berpaspor Korea Selatan tersebut.
Manajer Timnas U-23 Indonesia Endri Erawan sudah mulai memikirkan segala kemungkinan yang terjadi dalam pemanggilan pemain untuk putaran final Piala Asia U-23 2024 Qatar.
Endri menerangkan, hal itu mulai dibahas di internal PSSI. “Nanti Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang bicara langsung dengan klub,” ujar mantan CEO Mitra Kutai Kartanegara (Kukar) itu.
Endri menerangkan, putaran final Piala Asia U-23 2024 Qatar memang bukan agenda FIFA. Tapi, Indonesia akan sangat serius untuk menghadapi turnamen itu. Pertama, Indonesia tidak mau jerih payah untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2024 Qatar berakhir sia-sia.
Kedua, putaran final Piala Asia U-23 2024 Qatar adalah pintu gerbang menuju Olimpiade Paris 2024. “Jadi, ini bukan target PSSI. Tapi target bangsa kita. Pada ajang itu, Indonesia harus diwakili pemain-pemain terbaik,” tegas anggota Komite Eksekutif PSSI tersebut.
Supaya harapan itu terwujud, PSSI akan mulai berkomunikasi dengan para klub sejak jauh hari. PSSI juga memaklumi tensi persaingan Liga 1 periode April–Mei sedang meninggi. Pada periode itu, kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia tersebut sedang memasuki pekan-pekan terakhir regular series. Lalu, empat tim teratas akan bertarung di championship series.
“Jadi, kemungkinan kami akan bicara jauh-jauh hari dengan para pemilik klub. PSSI sudah menyiapkan formula tentang bagaimana sebaiknya bicara dengan klub-klub,” tandasnya. (fiq/c19/ali/jpg) Editor : Novitri Selvia