Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Final Liga Champions Asia Yokohama Marinos vs Al Ain: Nostalgia, Ambisi dan Reuni Crespo-Kewell

Heri Sugiarto • Sabtu, 11 Mei 2024 | 17:13 WIB
Final Liga Champions Asia AFC 2023/2024 mempertemukan dua raksasa Asia, Yokohama F. Marinos dari Jepang dan Al Ain FC dari Uni Emirat Arab.(Foto: AFC)
Final Liga Champions Asia AFC 2023/2024 mempertemukan dua raksasa Asia, Yokohama F. Marinos dari Jepang dan Al Ain FC dari Uni Emirat Arab.(Foto: AFC)
PADEK.JAWAPOS.COM-
Final Liga Champions Asia AFC 2023/2024 mempertemukan dua klub raksasa Asia, Yokohama F. Marinos dari Jepang dan Al Ain FC dari Uni Emirat Arab.

Pertandingan leg pertama digelar di Stadion Internasional Yokohama, Sabtu sore WIB (11/5/2024), menjadi awal pertempuran sengit untuk memperebutkan gelar juara Asia.

Bagi Al Ain, ini adalah penampilan keempat mereka di final, dan yang pertama sejak 2016. Tim yang identik dengan warna ungu ini ingin mengulang kejayaan musim 2002-2003 saat menjadi juara pertama Liga Champions AFC.

Sementara Yokohama F. Marinos, tim J1 League ini baru pertama kali melangkah ke partai puncak. Kesempatan ini menjadi momen bersejarah bagi klub yang terkenal dengan julukan "Tricolor".

Nostalgia Juara Pertama dan Dominasi Jepang

Lebih dari 21 tahun yang lalu, Liga Champions AFC dimulai, menggantikan Kejuaraan Klub Asia. Al Ain menjadi juara pertama turnamen ini setelah mengalahkan BEC Tero Sasana dari Thailand di final.

Kini, mereka berpeluang menjadi juara terakhir turnamen ini sebelum memasuki era baru sepak bola Asia.

Di sisi lain, klub Jepang telah menunjukkan dominasi mereka di Liga Champions AFC.

Dalam 20 edisi sebelumnya, klub Jepang telah lima kali meraih gelar juara. Urawa Red Diamonds menjadi yang terdepan dengan tiga gelar. Menariknya, Yokohama, yang baru pertama kali tampil di final, akan bermain di kandang terlebih dahulu, sama seperti Gamba Osaka dan Kashima Antlers yang sukses menjadi juara setelah Urawa.

Penyerang Al Ain, Soufiane Rahimi, menjadi bintang utama timnya dengan koleksi 11 gol di turnamen ini termasuk hattrick di leg pertama melawan Al Hilal. Lebih banyak lima gol dibandingkan rekan setimnya Kodjo Laba, dan pemain Yokohama Anderson Lopes.

Pemain asal Maroko ini memimpin daftar pencetak gol terbanyak dan berpeluang memecahkan rekor 13 gol yang saat ini dipegang bersama oleh Muriqui (Guangzhou FC, 2013), Adriano (FC Seoul, 2016), dan Baghdad Bounedjah (Al Sadd, 2018).

Jika pemain berusia 27 tahun ini menunjukkan gaya seperti yang dia lakukan saat melawan Al Nassr dan Al Hilal di dua babak sebelumnya, di mana di kedua pertandingan dia mencetak tiga gol dalam dua leg, Rahimi bisa mencetak rekor baru sepanjang masa.

Ancaman Serangan Yokohama dan Reuni

Yokohama memiliki kekuatan di lini sayap. Kemampuan Elber dan Yan Matheus dalam berlari dan melewati pemain belakang menjadi ancaman nyata bagi Al Ain.

Pemain sayap asal Brasil itu sama-sama mengemas tiga gol dan empat assist. Tak hanya itu, full-back Ken Matsubara dan Katsuya Nagato turut memberikan ancaman dari sisi lapangan.

Pertandingan ini juga akan menjadi reuni menarik di pinggir lapangan. Pelatih Al Ain, Hernan Crespo, dan pelatih Yokohama, Harry Kewell, pernah bertemu di final Liga Champions UEFA 2004-2005.

Saat itu, Crespo mencetak dua gol untuk AC Milan, namun Liverpool berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan.

Kini, mereka akan beradu taktik untuk membawa timnya meraih kemenangan di Liga Champions AFC.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Al Ain #Yokohama F Marinos #marinos vs al ain #Final Liga Champions Asia 2024