Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Portugal vs Prancis: Duel Mbappe Melawan Bintang Idolanya Ronaldo di Euro 2024

Heri Sugiarto • Kamis, 4 Juli 2024 | 23:51 WIB
Kylian Mbappe bersama idolanya Cristiano Ronaldo pada Oktober 2020,.dalam laga Prancis kontra Portugal di UEFA Nations League.(Foto: Instagram Mbappe)
Kylian Mbappe bersama idolanya Cristiano Ronaldo pada Oktober 2020,.dalam laga Prancis kontra Portugal di UEFA Nations League.(Foto: Instagram Mbappe)
PADEK.JAWAPOS.COM-
Cristiano Ronaldo dan Kylian Mbappe akan bertemu lagi setelah bermain imbang 0-0 pada Oktober 2020,.dalam laga Prancis kontra Portugal di UEFA Nations League.
 
Di perempat final Euro 2024 ini, Mbappe akan berjuang melawan Ronaldo yang diidolakannya sejak pertemuan pertama 12 tahun lalu.
 
Dulu, Ronaldo adalah bintang Real Madrid, sementara Mbappe hanyalah bocah tak dikenal dari Paris yang sedang dalam perjalanan wisata melihat fasilitas latihan klub.

Ada foto pertemuan mereka pada Desember 2012 di pusat latihan Valdebebas milik Madrid. Ronaldo tersenyum lebar dan mengacungkan jempol, sementara Mbappe terlihat seperti remaja yang terpesona ketika jumpa sang idolanya itu.

Sabtu dinihari WIB (6/7/2024) di Hamburg, mereka akan bertemu lagi. Keduanya membela negara masing-masing: Portugal dan Prancis.

Kini Mbappe menjadi wajah baru Real Madrid, sementara Ronaldo berada di pengujung era kejayaannya yang mencakup kesuksesan bersama Los Blancos -sesuatu yang diimpikan Mbappe.

Di usia 39 tahun, Ronaldo menjalani hari-hari terakhirnya sebagai superstar sepak bola Eropa dan bermain di klub Arab Saudi Al Nassr.

Mbappe adalah salah satu bintang yang digadang-gadang bakal menjadi penerusnya.

Dulu, kamar tidur Mbappe di Bondy, pinggiran timur laut Paris, dipenuhi oleh poster Ronaldo. Ia menonton video gol-gol Ronaldo di YouTube. Ketika transfer gratisnya dari Paris Saint-Germain (PSG) ke Real Madrid dikonfirmasinya pada Juni lalu.

Mbappe mengikuti jejak idolanya. Ronaldo memposting komentar dukungan di pengumuman Mbappe di Instagram dengan mengatakan, "sekarang giliran saya untuk menonton." Komentar tersebut disukai lebih dari lima juta pengguna di platform media sosial itu.

Takdir mungkin memang suka berputar. Mbappe, yang secara terbuka mengakui Ronaldo sebagai inspirasinya, bisa saja berperan dalam mengakhiri sebagian karier idolanya.

Ronaldo sendiri mengatakan bahwa jika Portugal kalah dari Prancis di perempat final Euro 2024 ini, maka akan menjadi penampilan terakhirnya di Kejuaraan Eropa.

"Ini, tanpa diragukan lagi, adalah Euro terakhir saya," katanya setelah pertandingan melawan Slovenia di babak 16 besar seperti dilansir dari ESPN.

Ronaldo mencetak gol internasional pertamanya di Euro 2004 saat remaja 20 tahun yang lalu dan memenangkan trofi internasional pertamanya dan satu-satunya di Euro 2016.

Umur panjangnya di lapangan hijau terlihat jelas ketika ia mengumumkan tidak akan bermain di turnamen lain. Padahal, Euro 2028 baru akan digelar saat ia berusia 43 tahun.

Begitu lamanya Ronaldo berkarier sehingga pada Sabtu nanti ia juga kemungkinan akan satu lapangan dengan penyerang Prancis Marcus Thuram, yang ayahnya Lilian pernah bermain melawan Ronaldo di semifinal Piala Dunia 18 tahun lalu.

Setelah dua dekade dan lebih dari 1.000 pertandingan profesional, orang-orang sudah berhenti mencoba menebak kapan Ronaldo akan pensiun. Ia mungkin masih akan bermain hingga Piala Dunia 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat dalam dua tahun mendatang.

Karier Ronaldo dengan 895 gol dalam 1.230 pertandingan, begitu luar biasa sehingga Mbappe yang berusia 24 tahun, dianggap sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia, perlu mencetak 40 gol per musim selama 14 tahun ke depan untuk menyamai angka-angka fantastis tersebut.

Saat ini Mbappe telah mengoleksi 336 gol dalam 455 pertandingan. Real Madrid hanya bisa berharap dia bisa mendekati rekor tersebut, setelah akhirnya mendapatkan pemain yang mereka incar sejak perjalanan ke Valdebebas tahun 2012.

Mbappe membangun namanya di Monaco dan PSG, kemudian pindah ke Madrid yang akan membawanya ke level ketenaran berbeda. Sama seperti yang terjadi pada Ronaldo tahun 2009.

Datangnya salah satu pemain terbaik dunia ke klub yang bisa dibilang terbesar di dunia adalah perjodohan yang sempurna ketika Ronaldo tiba dari Manchester United dengan biaya rekor dunia saat itu sebesar €94 juta 15 tahun lalu. Ada perasaan serupa dengan Mbappe sekarang.

Mungkin hanya Ronaldo yang tahu apa yang akan dialami Mbappe di bawah sorotan lampu yang terang di ibu kota Spanyol. Namun, saat mereka bersiap untuk berhadapan di Hamburg, mereka menghadapi tekanan yang sangat berbeda.

Mbappe adalah bintang di puncak performanya, diharapkan bisa mencetak gol untuk membantu Prancis menang.

Sementara itu, Ronaldo berjuang untuk menunjukkan bahwa ia masih pantas mendapat tempat di Portugal di tengah perdebatan sengit di negaranya sendiri tentang apakah ia, yang sekarang sudah melewati masa kejayaannya, masih bisa membantu atau justru menjadi beban tim.

Keduanya mengalami pasang surut di Jerman. Mbappe mencetak penalti melawan Polandia di babak penyisihan grup, tapi hingga mengenakan topeng untuk melindungi hidungnya yang patah akibat insiden di pertandingan pertama melawan Austria, dia belum tampil dalam performa terbaiknya.

Ronaldo yang bermain di Euro keenamnya, juga belum mencetak gol dan gagal mengeksekusi penalti hingga babak tambahan melawan Slovenia. Ia menangis tersedu-sedu setelah melihat ibunya Dolores, yang terlihat kesal di tribun. Meski kemudian masih bisa menenangkan diri untuk mencetak gol dalam adu penalti.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#cristiano ronaldo #euro 2024 #legendaris #idola #Ronaldo vs Mbappe #kylian mbappe #generasi sepak bola #prancis vs portugal #bintang sepak bola