Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jalan Terjauh The Special One

Novitri Selvia • Selasa, 30 Juli 2024 | 16:30 WIB
JOSE MOURINHO, (Jawaposgrup)
JOSE MOURINHO, (Jawaposgrup)

PADEK.JAWAPOS.COM—Hijrah ke Fenerbahce bukan hanya pengalaman pertama Jose Mourinho membesut klub di luar lima liga elite Eropa. Melatih Sari Kanaryalar –julukan Fenerbahce– juga memberi pengalaman baru bagi Mourinho di ajang antarklub Eropa. Selama 22 tahun merasakan atmosfer Liga Champions, baru musim ini Mourinho mengawalinya dari fase kualifikasi.

Fenerbahce memulainya dari putaran kedua. Dini hari nanti (31/7), tiket lolos ke putaran ketiga bisa diamankan ketika menjamu klub Swiss FC Lugano dalam second leg di Ulker Stadyumu, Istanbul. Fenerbahce membawa keunggulan 4-3 dalam first leg di Stockhorn Arena, Thun, pekan lalu (24/7). FC Lugano tidak bisa main di markas sendiri, Cornaredo Stadium, karena tidak memenuhi standar kelayakan dari UEFA.

Jika mampu melewati FC Lugano, Fenerbahce sudah ditunggu Lille OSC dalam putaran ketiga bulan depan. Dari putaran ketiga, masih ada fase playoff sebelum memasuki babak utama alias fase grup. “Dengan pengalamanku memenangi dua dari tiga final Liga Champions, aku ingin bisa memberikan euforia untuk klub ini (Fenerbahce),” ucap Mourinho dalam janjinya di depan pendukung Fenerbahce seperti dikutip Reuters.

Sejak musim 2008–2009, Fenerbahce absen dari fase grup Liga Champions. Itu termasuk empat kali absen di Eropa (2011–2012, 2014–2015, 2019–2020, dan 2020–2021). Musim lalu, Edin Dzeko dkk malah berlaga di kompetisi kasta ketiga Eropa atau Liga Konferensi Europa.

Sementara dua musim lalu (2022–2023), Fenerbahce disingkirkan oleh Dynamo Kyiv pada putaran kedua kualifikasi Liga Champions. “Kami akan berjalan selangkah demi selangkah karena kualifikasi dan playoff kini semakin sulit,” sambung The Special One –julukan Mourinho.

Chairman Fenerbahce Ali Koc mengklaim, sudah saatnya euforia Liga Champions dirasakan pendukungnya. Kedatangan Mourinho disebut Koc bukan hanya untuk kepentingan klubnya, melainkan juga persepakbolaan Turki. Kans melihat dua tim Turki bermain di fase grup Liga Champions sejak 2001–2002 terbuka lebar.

Selain Fenerbahce, Galatasaray juga berada di Liga Champions dan langsung masuk playoff. Mourinho punya modal bagus melaju jauh di Liga Champions bersama Fenerbahce karena skuad Sari Kanaryalar dihuni pemain dengan mental pernah berlaga di kompetisi bergengsi Benua Biru tersebut.

Selain Dzeko, masih ada gelandang serang Dusan Tadic dan gelandang Fred.
Dzeko pernah membawa Inter Milan bermain dalam final Liga Champions dua musim lalu (2022–2023). Lalu, Tadic masuk dalam Team of the Tournament sebagai bintang AFC Ajax pada 2018–2019. Sementara Fred malah jadi anak asuh Mourinho di Manchester United kala mencapai perempat final 2018–2019. (ren/c17/dns/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#leg di Ulker Stadyumu Istanbul #elite Eropa #klub Swiss FC Lugano #liga champions #jose mourinho #Jalan Terjauh The Special One